BOGOR, CEKLISSATU.COM - Kota Bogor menjadi lokasi pembelajaran mitigasi bencana bagi puluhan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)se-Indonesia berkat keberhasilan sistem penanganan dan peringatan dini bencana.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, Khaeriawan mengatakan, para kepala BPBD se-Indonesia itu mengikuti Pelatihan Senior Disaster Management Training (SDMT).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bogor yang telah berbagi pengalaman dalam penanggulangan bencana.

Baca Juga: Simulasi Tanggap Bencana Gempa Bumi di Dinsos Kabupaten Bogor

"Salah satu kegiatan pelatihan SDMT ini adalah kunjungan pembelajaran ke kota atau kabupaten yang dinilai berhasil dalam penanggulangan pascabencana. Hari ini kami akan mengunjungi hunian tetap (huntap) di Desa Ciranjang. Selain itu, Kota Bogor juga memiliki early warning system terkait ancaman tanah longsor dan banjir," katanya.

Khaeriawan menjelaskan, sebanyak 67 kepala BPBD se-Indonesia yang hadir itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan bencana.

Menurutnya, Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi sehingga peningkatan kapasitas kepala BPBD menjadi hal penting.

"Tujuan kami adalah agar para kepala BPBD yang mengikuti pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas dan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan bencana," terangnya.

Baca Juga: BPBD Kota Bogor Gerakkan 27 Keltana dalam Aksi Mitigasi Serentak

Khaeriawan menambahkan, Kota Bogor dipilih sebagai lokasi kunjungan karena dinilai memiliki sistem mitigasi bencana yang baik, baik secara struktural maupun nonstruktural.

"Kota Bogor sudah memiliki sistem mitigasi yang bagus, baik struktural maupun nonstruktural. Salah satunya melalui sistem peringatan dini, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat. Hal ini menjadi bahan pembelajaran bagi para peserta dan merupakan bagian dari kurikulum tambahan dalam pelatihan SDMT," ujarnya.

Selain Kota Bogor, BNPB juga melakukan kunjungan pembelajaran ke sejumlah daerah lain dalam setiap angkatan pelatihan.

Baca Juga: Fokus Mitigasi Bencana, BPBD Kota Bandung Dorong Penguatan Sumur Resapan dan Penghijauan di Titik Rawan

"Tahun lalu kami ke Kabupaten Bogor. Sebelumnya sempat direncanakan ke Bandung Barat, tetapi dialihkan ke Kota Bogor. Ada beberapa wilayah yang menjadi lokasi pembelajaran," jelasnya.

Khaeriawan menambahkan, sasaran peserta pelatihan SDMT tidak hanya kepala BPBD kabupaten/kota, tetapi juga pimpinan daerah lainnya.

"Bukan hanya kepala BPBD kabupaten/kota yang dapat mengikuti pelatihan ini, tetapi juga kepala daerah seperti bupati, wali kota, wakil wali kota, sekretaris daerah, hingga pimpinan DPRD,” pungkasnya.