BOGOR, CEKLISSATU.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor berjanji akan segera melunasi tunggakan pembayaran proyek tahun anggaran 2025 yang nilainya mencapai Rp204 miliar.

Meski sejumlah proyek telah rampung hingga 100 persen, pembayaran belum dapat dilakukan akibat kendala administrasi dan mekanisme anggaran, dan kini direncanakan akan diselesaikan melalui anggaran perubahan parsial tahun 2026. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menyatakan, bahwa Pemkab Bogor mengakui keterlambatan pembayaran beberapa proyek tahun 2025, proyek-proyek ini mungkin sudah selesai 100%, tapi belum dibayar menjelang akhir 2025 karena berbagai faktor.

Baca Juga: Jelang Tutup Tahun, Pemkab Bogor Kebut Penyelesaian Proyek Pasar Petani Garuda

Ajat mengakui, bahwa semua pihak tentu tidak ingin pembayaran proyek terlambat dalam kondisi seperti itu. 

‎"Para penyedia jasa yang sangat berharap bisa cair. Jadi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Saya kira tanggungjawab kita untuk diselesaikan," kata Ajat, Selasa (6/1/2025). 

‎Menurut Ajat, untuk menyelesaikan persoalan itu, saat ini pihaknya tengah menginventarisir seluruh SKPD yang belum membayarkan tunggakan untuk memilah dan memilih mana saja yang bakal diprioritaskan pekerjaan yang akan dibayarkan.

Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Bupati Bogor Rudy Susmanto Percepat Penataan Simpang dan Infrastruktur

‎"Hari ini akan coba kita tuntaskan inventarisasinya kemudian seminggu kedepan, tahapan selanjutnya adalah review yang dilakukan Inspektorat atau Apip, jadi kita semua kerja keras untuk mencoba segera menyelesaikan permasalahan ini. Mudah-mudahan satu minggu ini dari Apip selesai," jelasnya. 

‎Kemudian, kata dia, menurut data yang telah inventarisir pembayaran proyek yang belum dibayar tercatatt sebesar Rp 204 miliar. 

‎"Kemudian baru data yang terinventarisir sementara kan hampir tercatat Rp 204 miliar tapi ini sambil berjalan apakah memang segitu atau ada perubahan lagi," tuturnya.

Baca Juga: Besi Pembatas Hilang di Underpass Batutulis Bogor, Warga Soroti Kualitas Proyek dan Peran Pemkot

‎Meski demikian, kata Ajat, untuk melakukan pembayaran proyek tersebut, tidak langsung dibayarkan secara cepat, namun perlu adanya mekanisme sesuai ketentuan yang ada.  

‎"Tentunya mekanisme pembayaran tidak serta merta jadi ada ketika anggaran 2025 masuk di 2026 untuk pembayarannya maka mekanisme tadi kita harus masukan ke di perubahan parsial," kata dia. 

‎"Nah ini yang kita sedang lakukan langkah-langkah mudah-mudahan ini adalah itikad baik dari kami Pemerintah Daerah dalam menyikapi kemarin kondisi telat bayar tentunya kita bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku," sambungnya.

Baca Juga: Dugaan Pelanggaran Proyek Revitalisasi GOR Pajajaran, KPP Minta Evaluasi dan Audit Kontraktor Bermasalah

‎Ia menyebut, target pembayaran itu akan dilakukan secepatnya. Mengingat, kata dia, akan memasuki bulan suci ramadhan.

“Pak Bupati juga ingin secepatnya, kami juga sangat sadar betul akan menghadapi bulan Ramadan, sehingga kebutuhan menjadi semakin besat lagi maka lebih cepat lebih baik," ungkapnya. 

‎Kendati demikian, Ajat mengaku, keterlambatan pembayaran itu pun sempat terjadi pada tahun 2022. Namun untuk tunggakannya tidak sebesar saat ini.

Baca Juga: Anggaran Capai Rp500 Miliar, Pemkab Bogor Tunda dan Kaji Ulang Proyek Flyover Bomang

‎"Jadi mekanisme sama teman-teman dari kontraktor juga kemudian menyesuaikan mengikuti ritme sesuai dengan ketentuan akhirnya kita bisa keluarkan," kata dia. 

‎Meskipun begitu, Pemkab Bogor juga sudah menyampaikan hal ini kepada pemegang budgeting yakni DPRD Kabupaten Bogor.  

‎"Apa yang kita lakukan ini nantinya tidak membuat teman-teman DPRD menjadi kaget. Jadi langkah yang kita lakukan seluruh aparatur sipil negara bagaimana menuntaskan tata kelola keuangan yang kemarin sempat terganggu," tutupnya.