KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU – Di tengah kondisi ekonomi yang makin terasa berat, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat terus berjuang tanpa banyak berharap uluran tangan dari pemerintah.

Mereka bertahan bukan karena fasilitas yang memadai, tapi karena semangat hidup yang tak pernah padam. Di jalan raya Kecamatan Cigudeg contohnya. Sore itu beberapa pedagang kecil terlihat duduk bersahaja di lapak masing-masing.

Di antara mereka ada Otoy, pria paruh baya yang sehari-hari berdagang minuman ringan. Ia tersenyum ketika ditanya soal program pembinaan UMKM dari pemerintah. Bukan karena bahagia, tapi karena merasa asing dengan istilah tersebut.

“Kenal orang kecamatan sih banyak, tapi belum pernah dengar atau diajak program pembinaan,” kata Otoy ringan, seolah sudah terbiasa berjalan sendiri.

Baca Juga: Bahas Pembangunan Jalan Khusus Tambang Cigudeg-Rumpin, Wabup Bogor Jaro Ade Diskusi Bareng Pengusaha Tambang

Di sampingnya, sang istri yang akrab disapa teteh, sibuk meracik bakso pesanan pembeli. Ia mengaku, usahanya belum pernah tersentuh pelatihan, bimbingan, apalagi pendampingan. Semua dijalani dengan belajar dari pengalaman dan coba-coba.

“Kalau nunggu bantuan mah bisa-bisa kita enggak jualan. Jalan aja dulu, yang penting bisa buat makan,” ujarnya sambil tersenyum getir.

Padahal UMKM seperti mereka adalah tulang punggung perekonomian daerah. Mereka menciptakan lapangan kerja, menghidupi keluarga, bahkan menjadi penggerak roda ekonomi lokal. Sayangnya, tak semua dari mereka mendapat dukungan atau pembinaan yang layak dari pihak berwenang.

Yang mereka kenal, katanya, hanya program bantuan yang kabarnya datang dan pergi seperti angin kadang terdengar, kadang hanya jadi kabar dari luar. Saat ini mereka sedang membutuhkan perhatian dan pembinaan dari pemerintah.

Baca Juga: Seorang Remaja Tewas Kecelakaan Tunggal di Cigudeg Bogor, Diduga Ngebut Saat Hujan Deras

Kisah Otoy dan Teteh hanyalah sekelumit dari banyak cerita serupa di sudut-sudut Kabupaten Bogor. Di tengah lesunya ekonomi dan minimnya pendampingan, ketabahan mereka menjadi kisah tersendiri tentang perjuangan warga kecil yang tak menyerah oleh keadaan.

Sementara itu, Camat Cigudeg, Ade Julfahmi ketika dikonfirmasi terkait ada dan tidaknya program pembinaan UMKM melalui perpesanan WhatsApp mengakui bahwa pembinaan UMKM di wilayahnya ada, namun kurang maksimal. 

"Waalaikumsalam.... Ada, tapi belum optimal." jawabnya singkat."  (DIDIN KHAERUDIN)