“Asia Tenggara terus menjadi kawasan penting bagi pertumbuhan kedelai Amerika, didorong oleh meningkatnya permintaan, kelas menengah yang berkembang, dan konsumsi protein yang kian besar,” ujar Timothy Loh, USSEC Regional Director, Southeast Asia & Oceania.
Melalui kemitraan jangka panjang dan komitmen bersama terhadap inovasi dan keberlanjutan, kami menghadirkan nilai bagi kawasan ini sekaligus membantu membangun masa depan yang lebih aman dan tangguh bersama.
Baca Juga: Kenaikan Harga Kedelai Biji Kering Impor Nasional
Di antara negara di kawasan, Indonesia menonjol sebagai importir terbesar kedelai Amerika untuk kebutuhan pangan, menunjukkan posisi strategis negara ini bagi produsen Amerika. Permintaan konsumen yang kuat serta budaya kuliner yang lekat dengan pangan berbahan kedelai seperti tempe dan tahu menjadi pendorong utama impor kedelai. Sementara itu, kebutuhan protein yang terus meningkat membuka peluang baru bagi bungkil kedelai Amerika untuk sektor pakan.
Konferensi ini menyoroti bagaimana kolaborasi jangka panjang antara produsen kedelai Amerika dan mitra Asia Tenggara memastikan keandalan pasokan, memperkuat akses pasar, serta membuka nilai tambah bersama. Sepanjang acara, para pembicara menekankan pentingnya transparansi, kepercayaan, dan inovasi dalam menghadapi kompleksitas perdagangan global.
Comment