BOGOR, CEKLISSATU  – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, festival musik dan konservasi Sunset di Kebun, yang merupakan program unggulan dari Kebun Raya Bogor, menginisiasikegiatan “Bersih-Bersih Ciliwung” di kawasan Kebun Raya Bogor. Kegiatan yang diselenggarakanoleh PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku mitra Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalampengelolaan kawasan Kebun Raya Bogor ini, menjadi bukti nyata komitmen festival tersebut terhadap pelestarian lingkungan yang tidak hanya sebatas pada pertunjukan panggung.Aksi nyata ini merupakan bagian dari program Sunset di Kebun, khususnya subprogramLesstari, yang menjadi rangkaian pra-acara Sunset di Kebun.

Melalui inisiatif ini, Sunset di Kebunmengajak penikmat musik, masyarakat umum, komunitas, dan pemangku kepentingan untukturut berkontribusi langsung dalam menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem sungai,khususnya Sungai Ciliwung.Mengusung tajuk Operasi Plastik, subprogram Lesstari ini mengajak berbagai lapisanmasyarakat untuk memulai aksi nyata yang sederhana sebelum menikmati sajian utama festival.

Agenda ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan sebuah pengalaman kolektif yangdibangun oleh Sunset di Kebun untuk menyadarkan bahwa manusia dan alam memilikihubungan yang tidak terpisahkan.Aksi lingkungan ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga bertujuanmeningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup secaraberkelanjutan.

Baca Juga: Hadirkan Program Pulang Kampung, Pengunjung Kebun Raya Bogor Meningkat 30 Persen. 

Sungai Ciliwung sebagai salah satu aliran sungai penting memiliki peran vital bagikehidupan masyarakat dan ekosistem sekitarnya.Area Sungai Ciliwung yang melintasi kawasan Kebun Raya Bogor dipilih oleh tim Sunset di Kebunkarena lokasi tersebut masih banyak menyimpan sampah yang tidak terlihat dan sulit dijangkau.Area ini mencerminkan sisi lain dari permasalahan lingkungan: sampah yang tidak kasat mata,namun memberikan dampak kerusakan yang besar.

"Melalui program ini, dilakukan aksi nyata untuk menjangkau dan membersihkan area yangsering terlewat, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan secara menyeluruh,” ujarGeneral Manager Event Sunset di Kebun, Abi Irawan.

Abi menambahkan, melalui rangkaian kegiatan ini, Sunset di Kebun berharap dapat mendorongkolaborasi yang lebih luas antara berbagai pihak dalam upaya pelestarian lingkungan, sertamenginspirasi pengunjung dan masyarakat luas untuk menjadikan gaya hidup ramah lingkungansebagai bagian dari keseharian.

“Momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa isu sampah di perkotaan masih menjaditantangan nyata, baik yang terlihat maupun yang tak kasat mata. Di sisi lain, keterlibatanlangsung masyarakat dalam aksi lingkungan masih tergolong rendah,” jelasnya.

Melihat realita tersebut, Sunset di Kebun menegaskan posisinya bahwa acara ini hadir bukanhanya sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk mendorong perubahanperilaku melalui pengalaman yang nyata dan partisipatif.

“Kita ingin pengunjung tidak sekadartahu soal isu lingkungan. Mereka harus merasakannya secara emosional,” tegas Abi.

Pelaksanaan Operasi Plastik oleh Sunset di Kebun ini dapat terselenggara dengan baik atas kerjasama dan kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kota Bogor, KementerianLingkungan Hidup (KLH), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Pusat Pendidikan Zeni(Pusdikzi), Kepolisian Resor (Polres) Bogor, Komando Distrik Militer (Kodim), Komando ResorMiliter (Korem), Detasemen Polisi Militer (Denpom), Taruna Siaga Bencana (Tagana), BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD), RS PMI Bogor , Pajajarun, Yayasan Regeneratif AlamNusantara, Relawan Gesit, RASPALA Bogor, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.