“Jadi ini sedang kita coba gali informasinya lebih lanjut yang pasti kita kehilangan satu orang petugas yang selama ini sudah mengabdi sekian lama di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor," terang Dedie Rachim.

Baca Juga: DLH Kabupaten Bogor Ungkapkan Duka Mendalam Atas Peristiwa Longsor di TPAS Galuga

"Selanjutnya tentu kami akan melihat lebih lanjut apakah situasi keamanan lingkungan kerja di sekitaran galuga ini masih bisa kita lanjutan atau kita bergeser ke lokasi yang lain,” lanjut Dedie Rachim.

Pihaknya tidak ingin memaksakan, apabila memang lokasi tersebut sudah terlalu banyak tumpukan sampah. Tentu dengan luas lahan kita sebesar 38 hektare harus cari lokasi yang lebih punya tingkat keamanan yang memadai. 

“Jadi kita tidak memaksakan yang penting nanti kita coba evaluasi dan kemudian kita ambil langkah-langkah teknis untuk memastikan bahwa sampah yang di buang itu tidak membahayakan. Ini mengganggu untuk membuang sampah sendiri, karena kan masih ada alat berat di sana yang belum diangkat?,” tukasnya. 

Sementara, sejauh ini mungkin lokasi TPAS Galuga sudah terpakai kurang lebih 7-8 hektare, jadi masih cukup luas. 

Baca Juga: Wali Kota Bogor Dedie Rachim Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya PNS di TPAS Galuga

Pemkot Bogor sudah melakukan proses untuk kontrol renfil, selanjutnya apakah lokasi tersebut masih memungkinkan untuk dilakukan pembuangan di situ atau tidak.