Fusia Meidiawaty menjelaskan, guru dan kader UKS di sekolah dilatih untuk melakukan pemantauan gizi sederhana, mengenali gejala alergi atau keracunan makanan, serta memberikan pertolongan pertama bila terjadi kasus.

“Kami menyiapkan SOP penanganan cepat jika ada makanan bermasalah agar bisa segera ditangani,” jelasnya.

Baca Juga: Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Gempa di Cianten Desa Purasari Kabupaten Bogor Terus Berdatangan

Ia menuturkan, Dinas Kesehatan mendorong pemanfaatan pangan lokal agar program MBG lebih berkelanjutan, serta terus mengkampanyekan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang sederhana namun berdampak besar pada kesehatan siswa.

Meski pengawasan diperketat, sejauh ini aman belum ada laporan kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di sekolah. Upaya terpadu ini diharapkan dapat menjaga mutu Program MBG di Kabupaten Bogor sehingga anak-anak mendapatkan makanan yang sehat, aman, dan bergizi.

IMG_20250925_084248.webp
PENGAWASAN: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat pengawasan mutu gizi dan keamanan pangan dalam program Makanan Bergizi (MBG) untuk anak sekolah.


 
“Kami lebih menekankan pada upaya preventif dan pengawasan. Kalau terjadi sesuatu, Puskesmas setempat yang akan pertama kali turun tangan sebelum dirujuk ke rumah sakit,” tutupnya.