Terbukti, dalam kegiatan Sosper tersebut banyak warga Desa Sukagalih yang meminta agar di wilayah Desa Sukagalih dan sekitarnya diperbanyak gedung SMP dan SMA negeri agar warga dan meminta agar menghapus sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru.
Warga juga meminta agar setiap perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal dari warga sekitar. "Kalau ada peluang pun susah masuk kecuali ada bantuan orang dalam," cetus warga.
Kepala Desa (Kades) Sukagalih, Sudarman, yang hadir dalam kegiatan ini membantu menjelaskan bahwa dirinya bersama Camat Megamendung sudah menyampaikan aspirasi warga yang menginginkan perbanyakan SMP dan SMA melalui audiensi dengan Komisi IV dan Dinas Pendidikan.
Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan, Wamendag: Perempuan Maju, Ekonomi Tangguh
"Meski bukan kewenangan Komisi I, aspirasi bidang pendidikan ini akan disampaikan ke Kepala Dinas Pendidikan. Terkait ketenagakerjaan, kami selalu sidak ke perusahaan-perusahaan dan pada saat perusahaan mengajukan perizinan maka minimal 30 persen harus menerima tenaga kerja lokal dari warga sekitar," timpal Ismail.
(Acep Mulyana)
Comment