BOGOR, CEKLISSATU - Desa berbasis pertanian terintegrasi adalah model pengembangan desa yang menggabungkan berbagai sektor pertanian dalam satu kesatuan sistem, seperti tanaman pangan, peternakan, perikanan, dan lain-lain, untuk menciptakan pertanian yang berkelanjutan dan efisien.
Konsep desa berbasis pertanian terintegrasi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan sumber daya, dan kesejahteraan petani.
Begitu juga yang dilakukan Yayasan Widya Erti Indonesia (WEI) Melaui program Rural Resilience Initiatives for Sustainable Ecosystem (RURISE) di Desa Watesjaya, Kabupaten Bogor.
Program Manager WEI, Billy M Hasbi Suprianto menjelaskan, program RURISE dirancang sebagai model pembangunan desa yang tangguh dan mandiri melalui pendekatan lintas sektor dalam sistem pertanian terintegrasi.
Baca Juga: Pertanian Perkotaan Pilar Ketahanan Pangan Daerah, Erwin: Petani Kota Bandung Kreatif
Desa Watesjaya dipilih menjadi lokasi percontohan pertama, khususnya karena berada di wilayah konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Billy menyampaikan, bahwa pertanian berbasis desa saat ini mengalami stagnasi karena minimnya regenerasi petani dan rendahnya nilai produksi.
"Dengan pendekatan integrated farming, kami ingin mendorong inisiatif yang saling terhubung, mulai dari penyediaan pakan, pengembangan budidaya, hingga pemasaran hasil pertanian yang dimotori oleh koperasi desa," ujarnya.
Hal itu, kata dia, akan memangkas biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani.
Baca Juga: Pola Pertanian Berbasis Kimia Penyumbang Tingginya Kasus Diabetes
Dijelaskannya, dalam sistem pertanian terintegrasi, WEI akan memulai dengan budidaya peternakan ayam.
"Kami akan lakukan pendampingan kepada warga, agar pemeliharaan sesuai SOP. Selain itu, untuk mengurangi biaya pakan, kami akan olah hasil produksi pertanian warga, sehingga mengurangi penggunaan pakan pabrikan," ucapnya.
"Dengan begitu juga, selain bisa menjual ayamnya, warga bisa mendapatkan penghasilan lain dari kotoran ayam untuk pupuk pertanian," imbuhnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Watesjaya, Rudi Irawan menambahkan, program RURISE mampu membuka peluang besar bagi masyarakat desa dalam mengelola potensi lokal secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Baca Juga: Desa Tegalwangi Jasinga Bogor Pertahankan Tradisi Leluhur, Lestarikan Padi Lokal hingga Leuit
Dengan adanya program ini, pembudidayaan dari hulu ke hilir. Dari pembibitan hingga penjualan, bisa dilakukan dengan lebih terencana dan tertata.
"Ini bentuk nyata kolaborasi yang akan memperkuat ekonomi desa dalam upaya mendukung program ketahanan pangan," ujar Rudi.
Ia berharap sinergi lintas sektor yang dibangun melalui program ini dapat terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat desa.
Comment