BOGOR, CEKLISSATU.COM — Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Bogor menggelar aksi damai dan doa bersama di Jalan Sudirman, Kota Bogor, Senin (1/9/2025).
Aksi damai dan doa bersama HMI MPO Bogor itu merupakan respons atas meningkatnya represifitas aparat dan ketidakstabilan politik dalam beberapa hari terakhir.
Koordinator lapangan, Gerhana Bulan menegaskan, bahwa aksi damai dan doa bersama tersebut bertujuan untuk mengembalikan semangat pergerakan pada esensinya, yakni ruang refleksi dan penyampaian aspirasi dengan cara bermartabat.
Baca Juga: Mahasiswa Geruduk DPRD Jabar, Desak Reformasi Polri dan Tuntut Perampasan Aset
“Aksi ini kami lakukan atas dasar kesadaran bahwa kami sebagai aktor intelektual harus mengembalikan setiap gerakan kepada esensinya. Kami sadar aksi ini rawan diprovokasi, tapi tekad kami adalah menjadikan ruang ini untuk refleksi bersama,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum HMI MPO Cabang Bogor, Sirhan Umasugi menyatakan, bahwa meskipun aksi digelar secara damai, pihaknya tetap membawa delapan tuntutan strategis.
Salah satunya adalah mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai komitmen nyata pemberantasan korupsi.
“Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama berefleksi atas keadaan hari ini. Yang paling penting untuk dijaga adalah kesadaran kolektif," ujarnya.
"Aksi damai bukan berarti tanpa tuntutan, justru tuntutan kami adalah wujud cinta pada bangsa ini,” tambahnya
Dalam aksi damai itu juga, HMI MPO Cabang Bogor menekankan beberapa poin penting:
• Mendesak Presiden untuk menstabilkan kondisi politik dengan pendekatan humanis, bukan kekerasan aparat.
• Menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai langkah tegas pemberantasan korupsi.
• Mengecam represifitas aparat kepolisian dan meminta penghentian kekerasan yang bertentangan dengan demokrasi.
• Menolak kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai memperberat beban rakyat kecil.
• Mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak terprovokasi, menghindari konflik horizontal, serta menjaga kemurnian gerakan dari kooptasi politik.
Aksi damai tersebut berlangsung dengan simbolik, sepertu penaburan bunga, pemberian bunga mawar kepada polisi yang berjaga, doa bersama, hingga mengheningkan cipta untuk para korban.
Momen itu sekaligus menjadi ajakan refleksi bersama, baik kepada masyarakat maupun aparat, agar tetap menjunjung nilai kemanusiaan dan solidaritas.
Dalam penutup pernyataannya, HMI MPO Cabang Bogor menegaskan bahwa sejarah tidak akan berpihak pada penguasa yang menutup telinga dari suara rakyat.
“Jika negara terus mempertahankan pola kekerasan, maka rakyatlah yang akan menulis catatan kelam rezim ini,” tegas Sirhan.
(Angga/Mg)
Comment