“Walaupun jumlah penduduk miskin 446.790 orang berbanding dengan 6 juta jiwa penduduk Kabupaten Bogor, rasio kemiskinan Kabupaten Bogor ini lebih rendah dari rata-rata provinsi Jawa Barat dan nasional. Tren penurunan kemiskinan juga tercatat sejak 2021 dengan angka kemiskinan berada di 8,13 persen, kini turun ke 6,25 persen di 2025,” jelas Bambam dalam keterangan resminya, Kamis (20/11/25).

Bambam mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir sekitar 120 ribu warga berhasil keluar dari garis kemiskinan, atau rata-rata 24 ribu orang setiap tahun. 

Baca Juga: Dorong Investasi Penguatan Industri Kesehatan, Pemkab Bogor Sambut Sentul Bio-Town Feasibility Planning Study

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil program yang langsung menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), penyediaan hunian tetap korban bencana, hingga program pemberdayaan ekonomi.

Ia menuturkan bahwa Pemkab Bogor telah membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dengan total alokasi anggaran tahun 2025 mencapai Rp700 miliar.

Selain itu, pada 2026 Pemkab Bogor menargetkan pembiayaan 100 persen Universal Health Coverage (UHC) dengan anggaran Rp1 triliun.

Baca Juga: Setelah 21 Tahun Mengabdi, Suradi Akhirnya Kantongi SK PPPK Paruh Waktu dari Pemkab Bogor

Meski menampilkan capaian positif, Bambam mengakui bahwa tantangan Kabupaten Bogor masih besar.