“Saya kirimnya injury time, sempat gagal-gagal karena koneksi. Jadi benar-benar enggak nyangka bisa menang,” ungkapnya.
Kabar kemenangan itu pun menjadi momen tak terlupakan. Ilham mengaku sempat kaget saat dihubungi pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor. Terlebih, pengumuman pemenang jatuh tepat di hari ulang tahunnya, 3 Mei.
“Ini seperti tukar kado sama Kota Bogor. Saya kasih logo, Bogor kasih apresiasi,” katanya haru.
Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Bogor, Dian Intannia Lesmana, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan ketat sesuai kriteria. Di antaranya peserta harus ber-KTP Kota Bogor dan tidak menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Ketua Reka Bogor sekaligus juri, Georgian Marcello, mengungkapkan bahwa proses penjurian berlangsung sengit. Dari total 117 karya, sekitar 60 persen di antaranya terindikasi menggunakan AI dan langsung dieliminasi.
“Logo kota harus punya ruh dari warganya sendiri, bukan hasil mesin,” tegasnya.
Menurut Georgian, desain karya Ilham dinilai paling merepresentasikan wajah Kota Bogor saat ini—modern, maju, dan kekinian.
“Begitu saya lihat, ini terasa fresh dan relevan. Ini penting karena logo ini akan menjadi wajah Kota Bogor di usia ke-544,” ujarnya.
Comment