BOGOR, CEKLISSATU — Siapa sangka, sebuah karya yang berawal dari rasa “tidak terlalu antusias” justru berhasil menjadi identitas resmi perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Muh. Ilham Akbar, pria berusia 41 tahun lulusan SMA Al Azhar Kota Bogor, sukses menyabet gelar juara dalam sayembara desain logo HJB yang diikuti 117 peserta.

Ilham mengaku awalnya tidak percaya diri mengikuti kompetisi tersebut. Latar belakangnya yang bukan berasal dari dunia desain grafis membuatnya sempat ragu. Sehari-hari, ia lebih banyak berkecimpung sebagai audio engineer, videografer, editor, hingga operator video streaming.


Namun, keinginan untuk berkontribusi bagi Kota Bogor akhirnya mendorongnya mencoba peruntungan. Bahkan, ia baru mulai mengerjakan desain pada H-7 sebelum batas pengumpulan.

Baca Juga: HJB ke-544 Siap Digelar, Kabupaten Bogor Hadirkan Skywalk hingga Festival 14 Hari, Ini Rangkaian Lengkapnya

“Awalnya saya cuma coba gambar saja, walaupun enggak terlalu bisa. Dari sketsa itu, saya lanjutkan ke digital pakai Adobe Illustrator, dan alhamdulillah akhirnya jadi logo yang sekarang,” ujar Ilham.

Inspirasi desainnya pun tidak datang secara instan. Ia mempelajari logo-logo HJB dari tahun-tahun sebelumnya, kemudian mengombinasikannya dengan referensi lain seperti logo Wonderful Indonesia dan Kemenpora. Dari situlah ia meracik konsep visual yang mengedepankan filosofi, lekukan, hingga pemilihan warna.


Meski sempat merasa hasil awalnya “jelek banget”, Ilham terus menyempurnakan karyanya. Ia bahkan mengirimkan desainnya di detik-detik terakhir, tepatnya menjelang tengah malam pada 30 April.

“Saya kirimnya injury time, sempat gagal-gagal karena koneksi. Jadi benar-benar enggak nyangka bisa menang,” ungkapnya.

Kabar kemenangan itu pun menjadi momen tak terlupakan. Ilham mengaku sempat kaget saat dihubungi pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor. Terlebih, pengumuman pemenang jatuh tepat di hari ulang tahunnya, 3 Mei.

“Ini seperti tukar kado sama Kota Bogor. Saya kasih logo, Bogor kasih apresiasi,” katanya haru.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Bogor, Dian Intannia Lesmana, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan ketat sesuai kriteria. Di antaranya peserta harus ber-KTP Kota Bogor dan tidak menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Pemkot Buka Sayembara Logo HJB ke-544, Tantang Warga Wujudkan Bogor Nanjeur, Hadiah Rp5 Juta Menanti, Ini Syaratnya

Ketua Reka Bogor sekaligus juri, Georgian Marcello, mengungkapkan bahwa proses penjurian berlangsung sengit. Dari total 117 karya, sekitar 60 persen di antaranya terindikasi menggunakan AI dan langsung dieliminasi.

Logo kota harus punya ruh dari warganya sendiri, bukan hasil mesin,” tegasnya.

Menurut Georgian, desain karya Ilham dinilai paling merepresentasikan wajah Kota Bogor saat ini—modern, maju, dan kekinian.

“Begitu saya lihat, ini terasa fresh dan relevan. Ini penting karena logo ini akan menjadi wajah Kota Bogor di usia ke-544,” ujarnya.