"Jarang-jarang melihat mereka bisapL berekspresi, memaparkan ide dan gagasannya untuk membangun Bogor bersama-sama. Ini menunjukkan bahwa berkarier di Bogor tidak perlu dekat dengan siapa pun dan tidak perlu menggunakan cara apa pun. Cukup tuangkan ide dan gagasan untuk melayani masyarakat," tegas Rudy.
Seleksi terbuka dijadwalkan berlangsung hingga Jumat. Setelah seluruh tahapan selesai, hasilnya akan diumumkan secara daring pada pekan berikutnya.
Selain jabatan eselon III dan IV, Pemkab Bogor juga mulai membuka seleksi jabatan eselon II secara bertahap. Tahap pertama mencakup enam posisi strategis, termasuk tiga jabatan asisten daerah serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Kebudayaan, serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.
Rudy juga mengungkapkan mekanisme serupa akan diterapkan pada pengisian sejumlah jabatan yang kosong, termasuk jabatan camat. Namun, pola seleksinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan didukung sistem penilaian yang tengah disiapkan oleh BKPSDM.
Melalui sistem seleksi terbuka ini, Pemkab Bogor berharap mampu melahirkan pemimpin-pemimpin birokrasi yang berintegritas, inovatif, dan memiliki kemampuan terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Comment