“Seperti yang disampaikan Pak Wali Kota, bahwa database untuk disabilitas sangat penting. InsyaAllah kita akan buat lagi aplikasi baru bersama Kominfo, mudah-mudahan fitur-fiturnya bisa bertambah,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa ke depan pihaknya akan menambahkan fitur khusus untuk disabilitas.

Aplikasi ini menjadi trigger database dan panduan bagi kami di TPPS dan Pemkot dalam menangani stunting. Ke depan, InsyaAllah akan kita tambah fitur untuk disabilitas, terutama pendataan dan treatment untuk anak-anak di Kota Bogor. Ini InsyaAllah akan kita laksanakan sesuai amanat Pak Wali Kota,” tegasnya.

Baca Juga: Cegah Anemia dan Stunting, Dinkes Kota Bogor Kampanyekan Makanan Bergizi ke SMKN 3

Selain itu, Jaenal juga meminta doa dari seluruh pihak serta menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah berkontribusi menjadi donatur.

“Nanti para anggota dewan akan saya kunjungi untuk bersilaturahmi, mengajak 50 dewan menjadi Bapak Asuh Stunting,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa aplikasi BESTI memiliki sejumlah fitur, salah satunya fitur sasaran.

“Sasaran itu ada lima: balita usia 2 tahun, ibu hamil, ibu nifas, dan calon pengantin. Datanya per RW, siapa yang mengisi dan meng-update. Ada tim pendamping keluarga per RW sebanyak tiga orang. Kalau dijumlah, ada sekitar 2.400 lebih tim PPK yang bekerja mengawasi dan meng-update aplikasi BESTI. Data ini menjadi panduan Pemkot dalam menangani stunting,” tuturnya.