Erna mengingatkan warga agar tidak langsung menyapu abu dalam kondisi kering atau membersihkannya menggunakan kemoceng. Cara tersebut justru dapat membuat partikel abu kembali beterbangan sehingga meningkatkan risiko terhirup.
“Debu vulkanik ini sebaiknya dibersihkan tidak dengan cara menyapu atau dengan kemoceng, karena justru akan beterbangan dan risiko terhisapnya lebih tinggi,” ujarnya.
Sebagai gantinya, warga disarankan membasahi terlebih dahulu permukaan yang terkena abu dengan cara menyiram atau menyemprotnya. Setelah permukaan lembap, abu baru dibersihkan.
Langkah sederhana itu penting dilakukan agar abu tidak kembali beterbangan ketika dibersihkan.
Untuk perlindungan pernapasan, Erna menyebut masker N95 sebagai pilihan yang direkomendasikan. Warga juga dapat menggunakan masker KN95, KF94, atau masker medis sebagai alternatif.
Sedangkan masker kain yang dibasahi disebut sebagai pilihan terakhir karena daya proteksinya lebih rendah dibandingkan masker yang memiliki standar filtrasi.
Karena itu, masyarakat terutama kelompok rentan diminta tidak menganggap sepele paparan abu vulkanik.
Dinkes Kota Bogor hingga kini terus memantau kondisi kesehatan masyarakat melalui seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Erna mengatakan belum ada laporan kasus yang berkorelasi dengan dampak abu vulkanik.
Namun, seluruh fasilitas kesehatan diminta melakukan pemantauan dan melaporkan setiap hari apabila menemukan kasus yang diduga berkaitan dengan paparan abu.
Masyarakat juga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk-batuk, nyeri dada saat batuk, iritasi mata, maupun iritasi kulit.
“Silakan langsung mengakses pelayanan kesehatan terdekat. Semua puskesmas siap siaga,” kata Erna.
Dalam kondisi kegawatdaruratan medis, masyarakat dapat menghubungi call center Dinas Kesehatan Kota Bogor di 119.
"Menghadapi abu vulkanik tidak cukup hanya membersihkan lingkungan. Melindungi saluran napas, mata, dan kulit menjadi langkah penting agar keluarga tetap sehat selama paparan abu berlangsung," pungkasnya.
Comment