BOGOR, CEKLISSATU - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC-PDI-P) Kabupaten Bogor, menyebut terjeratnya Bupati Ade Yasin dalam kasus suap BPK imbas dari birokrasi gaya lama.
"Saya yakin betul ini semua akibat kelalaian yang diperbuat oleh kebiasaan lama para pejabat birokrasi sehingga menjerat bupati sebagai seorang politikus. Saya (merasa) maklum apa yang disampaikan Ibu Ade Yasin yang terpaksa bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya," ujar Ketua DPC PDIP Kabupaten Bogor, Bayu Syahjohan kepada wartawan, Kamis (5/5/22).
Menurutnya, apa yang menimpa Bupati Ade Yasin merupakan kabar yang cukup mengagetkan masyarakat. Pihaknya pun merasa prihatin atas kasus tersebut.
“Masyarakat lapisan atas hingga bawah depresi atas musibah ini. Kami atas nama keluarga besar PDI P Kabupaten Bogor dan saya secara pribadi sangat prihatin dengan apa yang dialami kepala daerah kita ibu Ade Yasin. Saya yakin betul ibu Ade Yasin adalah pemimpin yang cukup baik, di mata masyarakat maupun diri saya secara pribadi. Ini adalah musibah," tutur Bayu.
Bayu pun berharap sistem kerja birokrat di lingkup Pemkab Bogor bisa diubah demi pelayanan dan maksimalnya hasil kerja pemerintah.
Bayu bahkan menegaskan, birokrat di Pemkab Bogor tidak seperti sosok Ade Yasin yang terbuka dan transparan. Banyak kalangan pejabat yang dinilainya tertutup, tidak transparan dan cenderung enggan melayani.
“Bupatinya baik, transparan dan terbuka, tapi hanya beberapa pejabat saja yang seperti beliau, sisanya tidak. Mari kita kupas sama-sama mana yang memberikan pelayanan baik mana yang tidak. Ayo dong berubah, saya aja sulit berkomunikasi apalagi masyarakat biasa,” jelas Bayu.
Comment