BOGOR, CEKLISSATU—Pemerintah Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar pelatihan orientasi untuk para kader pendamping keluarga dan posyandu, sebagai pencegahan kasus stunting di wilayah. Nantinya bakal diberikan materi soal pencegah Stunting dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DPPKB), dan Bidan Desa.

"Jadi ini sebagai upaya kami dengan melaksanakan kegiatan pelatihan orientasi kader pendamping keluarga, maupun posyandu di masing-masing Desa," kata Camat Parung Adi Henryana kepada wartawan, Senin (23/5).

Adi menjelaskan, nantinya pihaknya beberapa hari kedepan dan setiap harinya ada dua desa dengan jumlah kader 30 sampai 60 orang yang akan diberikan pembekalan.

"Tujuannya biar para kader bisa mensosialisasikan kepada masyarakat terkait strategis apa saja terutama untuk para calon pengantin, termasuk juga bagi bayi yang sudah lahir jangan sampai terjadi stunting," kata Adi.

Lebih lanjut ia mengaku, kasus stunting ini tidak bisa lihat hanya sebatas tinggi badannya saja. Bahkan, ada anak kecil badan pendek disebut stunting itu tidak juga harus dicek semua gizinya.

"Pelatihannya untuk kader dan bidan desa bakal diberikan presentasi dari Dinas KB, dan kami juga sidah bekerjasama dengan Ikatan bidan," ucapnya.

Ketika ditanyai kasus stunting di Parung, ia mengungkapkan,untuk jumlah stunting Parung saat ini belum ada, tapi minimal melakukan pencegahan secara dini.

"Alhamdulilah belum ditemukan, tapi kami memberikan antisipasi dan tidak hanya kepada si anak tetapi kepada orang tua atau warga yang akan menikah, jangan sampai mereka tidak tahu cara mencegah stunting secara dini," katanya.