BOGOR, CEKLISSATU - Perencana Ahli Madya Bidang Pendaftaran Penduduk Ditjen Dukcapil, Ahmad Ridwan, meminta Pemkab Bogor untuk mempersiapkan dengan matang rencana Gebyar Adminduk (administrasi kependudukan) yang akan digelar Disdukcapil pada 21-25 Februari mendatang.
Berangkat dari pengalaman di daerah lain, Ridwan menyebut bahwa tak jarang kegiatan tersebut menimbulkan chaos. Sehingga, Disdukcapil Kabupaten Bogor harus dengan siap dan sigap sebelum pelaksanaan Gebyar Adminduk berlangsung.
"Semua harus disiapkan. Mulai dari personelnya, alatnya dan lain-lain. Ini harus diperhatikan, karena pasti akan banyak orang datang, masyarakat akan banyak di sini. Jangan sampai menimbulkan chaos," katanya kepada wartawan, Jumat 13 Januari 2023.
Baca Juga : PN Surabaya Larang Sidang Tragedi Kanjuruhan Disiarkan Langsung
Dalam rencana Gebyar Adminduk,
Pemkab Bogor melibatkan sejumlah elemen. Seperti Polisi, TNI, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP dan lainnya yang berkaitan.
Ridwan berharap elemen yang terlibat dalam Gebyar Adminduk tersebut bekerja dengan maksimal. Seperti kepolisian dan TNI menjaga keamanan, Dinkes siaga ketika ada masyarakat sakit dan elemen lainnya.
Hal itu dilakukan agar Gebyar Adminduk yang dilaksanakan untuk membantu masyarakat bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, menargetkan 9.000 orang pada Gebyar Adminduk untuk pelayanan administrasi kependudukan pada Februari mendatang.
Dengan misi one day service atau satu hari pelayanan selesai, Gebyar Adminduk tersebut rencananya akan digelar selama lima hari pada 21 hingga 25 Februari 2023.
"Sasaran kami sebanyak 9.000 orang selama 5 hari tersebut dengan hitungan per hari sekitar 1.800 orang. Ini one day service ya, satu hari jadi," ujar Kadisdukcapil Kabupaten Bogor, Bambang Setiawan.
ERUL
Comment