BOGOR, CEKLISSATU - Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan kondisi alam di Sumatera Barat sangat indah dan mempesona. Masyarakat Minang kata Bima Arya, terkenal dengan kecerdasannya, hal itu juga relevan dengan Kota Bogor.
"Di Bogor ada program sangat beriirisan dengan spirit oleh orang minang tadi. Ada sekolah ibu yang digagas bu Yane Ardian. Tujuannya sama memuliakan perempuan, menempatkan ibu sebagai madrasah bagi keluarga. Jadi peran ibu itu sangat sentral betul dalam sekolah ibu itu," ujarnya, usai pengukuhan dan pelantikan Ketua dan pengurus Bundo Kanduang, Limpapeh Rumah Nan Gadang Jawa Barat dilaksanakan di Balai Kota Bogor
Sehingga kata Bima Arya, ke depan Kota Bogor bersama Bundo Kanduang bisa sama-sama menjaga nilai-nilai agar anak-anak jangan sampai meninggalkan budaya dan adat istiadat sehingga kacang lupa kulitnya.
"Kita tidak ingin anak-anak ini tercabut dari akar budayanya. Ini PR kita bersama untuk mendidik cara pandang anak terhadap orang tua, cara pandang istri terhadap suami, cara pandang suami terhadap keluarga. Jadi bisa kita gali dari Bundo Kanduang ini," ujarnya.
Di lokasi yang sama, Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor yang mengizinkan dan memfasilitasi pembentukan dan pelantikan pengurus Bundo Kanduang di Jawa Barat.
"Harapannya kepada pengurus dapat mengemban tugas dengan baik dan benar. baik untuk organisasi diri sendiri dan untuk masyarakat Jawa Barat," katanya.
Baca Juga : Harus Standar AFC, 24 Mantan Pemain Timnas Ikuti Kursus Kepelatihan
Pengukuran pengurus Bundo Kanduang Jawa Barat ini adalah merupakan kemajuan dari upaya pelestarian adat budaya minangkabau terhadap perantau di Jawa Barat.
Selain di nasional, Bundo Kanduang ini juga sudah ada di 12 negara. Ke depan diharapkan Bundo Kanduang bisa menghimpun dan mengayomi perempuan-perempuan orang minang, anak-anak orang minang, istri-istri orang minang. Agar melaksanakan adat dan budaya minangkabau.
"Kita tidak mungkin menentang perubahan yang terjadi, karena perubahan dibarengi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ada sisi positifnya dari upaya manusia untuk mencapai kemajuan yang tidak bisa kita hindarkan. Untuk itu kita berharap perubahan-perubahan yang terjadi itu tidak menghilangkan identitas yang esensial dari adat dan istiadat minangkabau walaupun dimana saja berada, dimana bumi dipijak langit dijunjung," ujarnya.
Comment