BOGOR, CEKLISSATU - Wali Kota Bogor, Bima Arya mengaku banyak menerima keluhan-keluhan dari pihak pengusaha yang merasa kesulitan saat mengurus perizinan usaha melalui sistem terintegrasi Online Single Submission (OSS). Tak hanya di Kota Bogor, kota lain pun mengungkapkan hal serupa.

"Saya hari ini mengevaluasi perizinan karena banyak keluhan dari kota lain terkait efektivitas OSS, jadi langkah mundur karena OSS ini membuat ribet, membuat banyak ketidakpastian," ucapnya kepada awak media pada Rabu, 9 November 2022.

Disisi lain, lanjut Bima, dirinya juga mendengar ada indikasi praktik-praktik yang justru memperlambat sehingga dirinya mengevaluasi semua.

"Apabila sistemnya lemah kita perbaiki, apabila ada oknum-oknum, sudah pasti kita tertibkan karena ini sangat berdampak bagi PAD dan lain-lain. Hari ini saya rapat panggil semua dinas yang terkait dengan perizinan. Saya pastikan apa persoalan OSS, dan yang kedua saya pastikan jangan ada oknum-oknum bermain," tegasnya.

Bima mengatakan dirinya ingin mempermudah izin di Kota Bogor sesuai dengan tata ruang misal tata ruang masuk, dipermudah secepat-cepatnya. Jangan sampai terkatung-katung nasibnya. "Boleh, boleh. Nggak, nggak. Kalau boleh dipercepat, kalau nggak ya nggak boleh," ungkapnya.

Kendati demikian, disinggung soal bangunan yang sudah berdiri dan belum mengantongi izin, Bima menegaskan pihaknya sedang mendata bangunan-bangunan yang sudha beroperasi, termasuk berapa jumlah pengurusan yang belum keluar izinnya.

"Kalau melanggar tata ruang, tutup. Bongkar. Kalau melanggar, tapi kalau sesuai dengan tata ruang, percepat prosesnya. Itu aja. Apakah kendalanya di PUPR? Saya akan dalami apakah penyebabnya di PUPR, tapi kan uni ada banyak juga. Ada amdal lalin di Dishub, jadi saya cek aja semuanya hari ini," katanya.