BOGOR, CEKLISSATU - Puluhan warga Kampung Lembah Nendeut, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, menggeruduk kantor desa Sukagalih, Kamis 18 Agustus 2022 pagi.
Aksi itu dilakukan menyusul meninggalnya seorang warga di kampung tersebut, karena ambulans milik PT Eigerindo Multi Produk Industri yang diminta untuk membawa pasien ke rumah sakit terlambat datang.
"Kejadiannya hari Minggu tanggal 14 Agustus jam 11 siang. Warga kami sakit jantung. Pas mau dibawa ke rumah sakit, ambulans desa lagi dipakai bawa ibu mau melahirkan. Lalu pinjam ke PT Eiger," kata tokoh masyarakat Kampung Nendeut, Abu Bakar.
Namun, pada saat hendak meminjam mobil ambulans dari perusahaan tersebut, pihak penanggung jawab di lapangan tidak mengizinkan sopir untuk membawa kendaraan itu.
"Apa karena ada permasalahan di internal atau gimana, si sopir ini tidak boleh membawa ambulans. Ini yang memperlambat sehingga Pa Cecep meninggal," ucap
Bukan kejadian itu saja, warga emosi karena sempat mengalami krisis air bersih selama hampir satu bulan. Ini disebabkan sumber mata air yang mengalir ke rumah-rumah warga dialihkan oleh pihak pengembang ekowisata Eiger Adventure Land (EAL) itu.
"Untuk kebutuhan sehari-hari, warga di dua RT (rukun tetangga) terpaksa meminta air ke yang punya sumur," ucapnya.
Ia juga menyebut pihak pengembang mengabaikan para pegawai yang mengalami kecelakaan kerja. Salah satu warganya ada yang tertimpa pohon dan harus menjalani operasi. Selama tujuh bulan, korban tidak mendapat bantuan dari pihak perusahaan tempat dia bekerja.
"Hanya dapat biaya pengobatan di rumah sakit saja, tapi selama pemulihan diabaikan. Tidak ada bantuan biaya hidup keluarganya," terangnya.
Kepala Desa Sukagalih Alwansyah Sudarman mengatakan aksi demo ini merupakan akumulasi warga terhadap PT Eigerindo Multi Produk Industri karena dinilai tidak cepat tanggap setiap ada persoalan dengan warga sekitar.
Selain persoalan krisis air bersih dan kurang perhatikan terhadap korban yang mengalami kecelakaan kerja, baru-baru ini muncul saat meminjam ambulans terkesan dipersulit.
"Yang jelas soal ambulans ini sempat tidak mendapat izin dari Pak Andri. Jadi ada keterlambatan menjemput pasien hingga akhirnya meninggal dunia," kata dia.
Ia juga menyayangkan warganya yang mengalami kecelakaan kerja tidak mendapat bantuan sepenuhnya dari pihak perusahaan.
"Selama 7 bulan ini memang ada warganya yang kecelakaan kerja tidak mendapat bantuan, hanya mendapat pengobatan waktu awal saja. Anaknya kan tadi yang menyampaikan saat mediasi," terangnya.
Afif Subhan, Koordinator Lapangan Eiger Adventure Land mengatakan akan menampung semua permasalahan warga selama ini. Pihaknya juga berjanji akan menyampaikan terkait keluhan warga kepada pihak perusahaan.
"Sehingga nantinya kita bisa mengambil keputusan sesuai yang diharapkan dalam pertemuan tadi," ujarnya.
Afif mengakui adanya kesalahan dari pihak manajemen sehingga terjadi miskomunikasi dengan warga.
"Jadi intinya kami akan lakukan satu proses agar manajemen lebih baik. Karena kita sebetulnya dengan masyarakat cukup baik hubungannya. Kita bisa bangun di atas kan adanya dukungan masyarakat setempat dan hubungan ini akan tetap kita jaga," kata dia.
Terkait krisis air bersih yang dialami warga dampak pengalihan pipa, Afif berjanji akan membangun penampungan air untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar.
"Kita memang punya rencana membangun jaringan air yang cukup baik untuk warga. Jadi kondisinya tidak seperti sekarang ini," ujarnya.
Comment