JAKARTA, CEKLISSATU – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengatakan, dampak ketidakpastian ekonomi global dan laju petumbuhan ekonomi yang sangat tinggi pada 2022, membuat realisasi pertumbuhan penerimaan pajak secara kumulatif mengalami perlambatan hingga Mei 2023.
Sri Mulyani menambahkan, hingga Mei 2023 realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 839,29 triliun, tumbuh 17,7 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu lebih rendah dibanding April yang mencapai 21,3 persen.
"Kinerja penerimaan per bulan baik yang disebutkan growth per bulan maupun kumulatif ini memang menunjukan penerimaan pajak pertumbuhannya makin melandai atau menurun," kata Sri Mulyani kepada wartawan di APBN KiTa, Senin 26 Juni 2023.
Tercatat pada periode Januari-Mei 2022, Sri Mulyani menyebut, realisasi penerimaan pajak tumbuh pesat 53,5 persen secara tahunan.
Baca Juga : Masa Depan Ekonomi Indonesia Ada di Industri Kreatif
“Pertumbuhan kita sudah tinggi, tumbuh masih double digit mendekati 20 persen dibanding tahun lalu. Ini harus kita syukuri dan jaga,” ujar Sri Mulyani.
Dampak perlemahan ekonomi global juga dirasakan oleh penerimaan pajak nasional, di mana data menunjukkan sebagian jenis pajak dominan yang tumbuh melambat.
“Walau begitu kita masih melihat tren yang positif,” ujar bendahara negara itu.
Misal PPN impor yang berkontribusi 12,6 persen terhadap pendapatan perpajakan tercatat hanya tumbuh 4,4 persen.
Sementara itu, pada periode yang sama tahun lalu, jenis pajak ini tumbuh 43,9 persen.
"Ini yang harus kita waspadai karena ini secara tidak langsung menggambarakan impor terutama barang modal dan barang antara untuk produksi berarti sudah mengalami normalisasi atau juga terpengaruh kegiatan ekonomi yang diperkirakan menurun trennya," tutur Sri Mulyani.
Meskipun demikian, sejumlah jenis pajak lain masih mencatat pertumbuhan double digit, seperti PPh 21. Tercatat PPh 21 yang berkontribusi 11,1 persen terhadap pendapatan perpajakan tumbuh 16,7 persen sampai dengan Mei lalu.
"Di sektor tenaga kerja yang normal tingkat upahnya relatif baik, stabil, dan bahkan meningkat. Atau mungkin juga dari sisi recruitment, penciptaan tenaga kerja, ini hal yang positif," tutup Sri Mulyani.
Comment