Islam menawarkan dua strategi untuk mencegah kerusakan tersebut. Pertama, strategi individual, yakni membangun kesadaran bahwa setiap manusia adalah seorang khalifah yang diberi titipan alam raya untuk dijaga dan dikelola demi kemakmuran bersama. 

Kesadaran bahwa bumi beserta isinya merupakan titipan, bukan milik pribadi, akan menumbuhkan rasa tanggung jawab, sebab setiap titipan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Pemiliknya, yaitu Allah SWT.

Baca Juga: Pemkab Bogor Gelar Istighosah Kubro Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Jaro Ade: Kita Perlu Banyak Memanjatkan Doa

Kedua, Islam menawarkan rekayasa sosial melalui penegakan sistem sosial kekhilafahan. Melalui kekuasaan, pencegahan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. 

Kerusakan di muka bumi terjadi karena tidak ada kekuasaan yang mencegahnya; justru melalui kekuasaan (politik, ekonomi, dan hukum), kerusakan alam dilakukan dengan leluasa.