Kelima, membangun kemampuan industri pertahanan lokal agar mandiri dalam memenuhi kebutuhan Alpalhankam TNI.
Keenam, memperkuat sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta agar mampu menangkal infiltrasi asing melalui operasi multi dimensi.
Pada akhirnya, kasus Venezuela menunjukkan bahwa strategi perang berbasis pusat gravitasi tetap relevan di abad ke-21.
Baca Juga: Sepuluh Kepala Daerah Siap Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026
Amerika Serikat dan kekuatan besar lainnya terus mengadaptasi pemikiran Clausewitz dalam bentuk perang modern yang semakin kompleks dan sering kali tidak kasat mata.
Bagi Indonesia, memahami strategi ini adalah landasan awal untuk memastikan bahwa pusat gravitasi nasional kita tetap kokoh dan tidak runtuh pada saat menghadapi serangan dari dalam dan dari luar.
*)Penulis: Asisten Strategi Panglima TNI, Marsda TNI Budhi Achmadi