Dalam konteks Indonesia, pusat gravitasi tidak hanya terletak pada kekuatan militer, tetapi juga pada legitimasi kepemimpinan nasional, persatuan elite, stabilitas politik, serta kepercayaan publik. 

Polarisasi politik, disinformasi, tekanan ekonomi eksternal, dan fragmentasi elite berpotensi dimanfaatkan pihak luar untuk melemahkan CoG Indonesia tanpa satu pun peluru ditembakkan.

Oleh karena itu, kesiapan kemampuan Indonesia untuk menghadapi agresi asing ke depan harus bersifat menyeluruh. 

Baca Juga: Kompetisi IBL GoPay 2026 Siap Digelar, Sebagai Pembuka Dewa United Banten Vs Pelita Jaya Basketball

Beberapa rekomendasi kebijakan sebagai berikut:

Pertama, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, termasuk para elite dan lembaga pemerintah untuk terus membangun postur BKRI yang kokoh dan berdaya tangkal di panggung global.

Kedua, memperkuat legitimasi kepemimpinan nasional melalui tata kelola pemerintahan yang semakin baik dan  mendapatkan dukungan nyata dari seluruh komponen masyarakat dan bangsa.

Ketiga, meningkatkan ketahanan informasi dan literasi strategis elite serta masyarakat terhadap maraknya perang kognitif dan operasi pengaruh asing terhadap konstruksi kebangsaan NKRI.

Baca Juga: Caritas Indonesia Peringatkan Bahaya Perdagangan Orang di Wilayah Pascabencana Sumatera

Keempat, mengembangkan doktrin pertahanan yang memandang perang sebagai spektrum multidomain, bukan semata konflik bersenjata.