Ia juga menyoroti urgensi pengelolaan sampah yang masih menjadi permasalahan di banyak daerah. Saat ini, KLH/BPLH mengawasi 343 tempat pemrosesan akhir (TPA) di Indonesia dan tengah menyiapkan langkah-langkah tegas untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal di tingkat daerah.

Baca Juga: Pj Bupati Bogor Sebut KRL Baik untuk Jaga Kelestarian Lingkungan

"Kami sedang melakukan pendekatan dalam penanganan sampah di seluruh Indonesia. Dalam waktu dekat, Pemerintah akan mendorong seluruh Bupati dan Wali Kota untuk memenuhi mandat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah," katanya.

IMG-20250213-WA0032.webp

Ia berharap langkah ini dapat mengakhiri praktik-praktik yang tidak ramah lingkungan dan mendorong Budaya Peduli Sampah demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Puncak Darurat Sampah, Pengurus Lingkungan Diminta untuk Kooperatif Bayar Iuran ke DLH

"Mudah mudahan bisa segera kita akhiri kegiatan kegiatan yang tidak ramah sampah dan kemudian memicu menumbuh kembangkan budaya ramah sampah karena Indonesia Emas wajib didukung  seperti itu," jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sukaraja, Emi Rosmiami, menyampaikan rasa terimakasihnya atas kunjungan Menteri Lingkungan Hidup. Ia menjelaskan bahwa dalam waktu kurang dari dua tahun, SMA Negeri Sukaraja berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional berkat kerja sama seluruh pihak.

"Kehadiran Pak Menteri semakin mendorong kami untuk terus meningkatkan lingkungan sekolah yang asri, bersih, nyaman, dan sehat bagi para siswa. Kami berharap anak-anak kami dapat menjadi duta lingkungan di mana pun mereka berada," ujar Emi.

Baca Juga: Pengelola Pasar Induk Caringin Bandung Terancam  Pidana Karena Masalah Sampah

Ia juga berharap kesadaran lingkungan yang ditanamkan di sekolah dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam.