"Pekerja di Java Jazz itu sekitar 8.000 mulai dari volunteer, crew tata panggung, dan semua yang terlibat, betul banget bahwa acara itu memberikan dampak di luar dari penyelenggaraan festival itu sendiri.”

Sama halnya dengan Dewi Gontha, Direktur Festival Pestapora, Kiki Aulia Ucup atau yang kerap disapa Ucup tersebut, merasakan dampak ekonomi dari pelaksanaan Pestapora tahun ke tahun salah satunya kepada UMKM yang terlibat. 

Baca Juga: Wali Kota Bogor Dampingi Wamendagri Tinjau Rencana Akses Baru Batutulis, Berikut Ini Hasilnya

Lebih lanjut, ia juga mendorong kehadiran negara dalam hal kebutuhan infrastruktur. “Negara harus hadir dan memetakan arah investasi untuk kebutuhan infrastruktur.”

Menjawab kekosongan regulasi infrastruktur di sektor musik, Direktur Standarisasi dan Pelayanan Pembangunan Daerah (SUPD) III Kementerian Dalam Negeri, TB Chaerul Dwi Sapta, menjelaskan kehadiran Kemendagri untuk mengatur tata kelola pemerintah daerah. 

Konferensi Musik Indonesia adalah trigger yang bisa kita jajaki lewat tim kecil kita, memetakan indikator yang tak hanya venue tetapi juga sumber daya manusia,” jelasnya.

Baca Juga: Wamendagri Bima Arya Cek Kesiapan Kampus IPDN Jatinangor Sumedang, Jelang Retreat Kepala Daerah

Dalam membangun ekosistem hiburan yang berkelanjutan, pemetaan penguatan regulasi dan infrastruktur perlu dilakukan. Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, juga mengarahkan pemanfaatan aset-aset negara secara optimal untuk mendukung pengembangan sektor tersebut.