JAKARTA, CEKLISSATU.COMKonferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 hari ketiga suguhkan dialog tingkat tinggi yang menghadirkan sejumlah figur berpengaruh dalam ruang lingkup regulator. Mengusung tema besar "Membangun Ekosistem Hiburan Berkelanjutan".

Diskusi panel sesi keempat ini menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya; Wakabaintelkam Polri, Nanang Rudi Supriatna; Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Ekonomi Khusus, Rizal Edwin Manansang; President Director PT Java Jazz Production, Dewi Gontha; Direktur Festival Pestapora, Kiki Aulia Ucup; dan Direktur Standarisasi dan Pelayanan Pembangunan Daerah (SUPD) III, Kemendagri, TB Chaerul Dwi Sapta.

Hadir sampaikan pidato kunci yang memantik diskusi komprehensif, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, membahas strategi dalam membangun ekosistem hiburan berkelanjutan, investasi, perizinan musik, dan standarisasi keamanan venue musik

Baca Juga: Rayakan 25 Tahun Karier Musik, Andien Aisyah Hadirkan Konser Spektakuler Suarasmara di Istora Senayan Jakarta

Berangkat dari bonus demografi, Wamendagri juga menyampaikan potensi sektor industri kreatif bagi pemerintah daerah. 

“Pemerintah daerah harus berpikir keras untuk menggenjot economic growth, tidak semua punya tambang, sawit, karena itu dunia industri kreatif sebetulnya punya prospek yang sangat strategis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya. 

Sejumlah tantangan dijabarkan, Wamendagri kemudian memetakan ke dalam tiga kendala utama.

Baca Juga: Masih Bingung Nyari Hadiah? Langsung Datang Aja ke Mug Bogor, Ada Promo harga Khusus 17an Looh. 

"KKita perlu sistem perizinan yang baku dan integratif, kepastian otoritas mengingat banyaknya instansi yang mengeluarkan izin, dan prosedur yang masih manual,” ujarnya.