“Kita punya aset yang dapat dioptimalisasi kan, kita olah jadi cultural center, karena arahanya sebenarnya ke sana. Namun yang paling penting, kita harus maju bersama, guyub,” ujarnya di hadapan lebih dari 300 tamu undangan yang memadati ruang konferensi

Diskusi panel yang dihadiri oleh sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga, organisasi dan asosiasi musik Indonesia, promotor, para musisi, seniman, serta perwakilan komunitas pegiat budaya ini menghasilkan sejumlah rekomendasi lanjutan guna mendukung ekosistem hiburan yang berkelanjutan. 

Baca Juga: RB21 Production, Andalan Rental Panggung dan Lighting untuk Event Musik di Bogor

Rekomendasi hasil diskusi di antaranya: perlunya kolaborasi lintas kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk mengawal regulasi ekosistem musik yang komprehensif inklusif, dan berkelanjutan; optimalisasi kebijakan dan pengelolaan infrastruktur; 

Pemetaan indikator ekosistem musik; serta yang tak kalah penting ialah komitmen bersama untuk mewujudkan ”Satu Nada Dasar” menjadi langkah-langkah nyata sebagai upaya pemajuan kebudayaan. 

Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem hiburan nasional yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. 

Baca Juga: Musik Tanah Air Berduka, Acil Bimbo Wafat Usai Sakit Kanker Komplikasi Dirawat di RSHS Bandung

Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku industri, serta komunitas musik dan budaya, KMI 2025 menjadi ruang lahirnya gagasan dan langkah nyata dalam membangun tata kelola musik yang terintegrasi. Mulai dari regulasi, infrastruktur, hingga pemberdayaan talenta kreatif, sebagai wujud komitmen bersama untuk menjadikan musik Indonesia sebagai kekuatan baru pertumbuhan ekonomi dan kebudayaan bangsa.