Dedie menambahkan, setelah ada hasil dari laboratorium pihaknya akan berdiskusi dengan BGN untuk penanganan keracunan makanan.
Baca Juga: 4 Pelajar SMP dan 1 Guru di Citeureup Diduga Keracunan Nasi Kuning
"Yang pasti kita ingin anak-anak tetap senang, gembira tetap bahagia menerima Makan Bergizi Gratis ini tanpa ada ketakutan, tanpa ada rasa ragu lagi kami siap untuk membantu BGN dalam meng koordinasikan langkah-langkah pelaksanaan kegiatan MBG di Kota Bogor,” harap nya.
Sementara itu, menurut Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, reaksi atas kejadian keracunan makanan MBG di Sekolah Bina Insani Bogor itu lambat.
"Kejadian ini baru pertama kali dialami karena yang lain-lain biasanya terjadi pada hari-H kemudian bisa diatasa langsung dan besoknya bisa sehat kembali," kata Dadan kepada wartawan.
Dadan mengatakan, pihaknya baru menerima laporan pada hari rabu pagi (08/5/2025).
“Kejadian keracunan makanan MBG di Sekolah Bina Insani Bogor itu terjadi pada Selasa, namun kami baru terima laporan pada Rabu,” ujarnya.
“Kamu fikir sudah selesai, namun kembali ada laporan kejadian pada Kamis,jadi ini menurut saya kejadian yang pertama, jadi kami menunggu hasil lab yang sedang di cek oleh Dinas Kesehatan apapun hasilnya nanti akan kami sampaikan,” ujarnya.
Baca Juga: Polri, BGN dan YKB Uji Coba SPPG Polri di Pejaten dan Cipinang
Dia menambahkan, pihak BGN akan meningkatkan SOP karena adanya kasus keracuanan makanan.