BANDUNG, CEKLISSATU - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menyindir kepala desa atau kades, yang hanya berfokus pada hal administratif, mengindahkan lingkungan.
Dedi Mulyadi mengatakan, tidak sedikit kepala desa yang cuma 'ahli administrasi', bukan pada masyarakat dan lingkungannya.
Ini dikatakan Dedi Mulyadi dalam sambutannya di pelantikan pengurus DPD APDESI Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (15/05/2025).
"Apa kelemahan kepala desa hari ini? Saya jujur, katakan kepala desa hari ini menjelma menjadi ahli administratif, menjelma menjadi pekerja administratif. Saya sudah tidak bisa membedakan mana kepala desa, mana pegawai," ujar Dedi Mulyadi.
Orientasinya para ahli administrasi ini kata dia, hanya pada uang. Bagaimana dana desa, bantuan lainnya bisa didapat dan dimanfaatkan.
"Hidupnya, di otaknya cuma satu.
Ieu dana desa, ieu Silpa asup administrasikeun, kumaha nya carana nyokot, tapi teu kapanggih. Makanya teriak-teriak, pak tolong kami jangan diperiksa. Nya ari sia nyokot na gede teuing mah nya pasti dipariksa," ucapnya.
Sebab itu, pola ini sambung Dedi harus dibenahi. Jangan sampai kepala desa kehilangan marwahnya sebagai pemimpin di lingkungannya.