Imbauan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah mengambil langkah kehati-hatian di tengah dinamika geopolitik kawasan.
Baca Juga: Nyaris Jadi Korban, 29 Pekerja Migran Ilegal Dicegah Berangkat ke Timur Tengah
Kedua, bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, diminta tetap tenang dan secara berkala memantau jadwal kepulangan. Boy memastikan, hingga saat ini penerbangan dari Arab Saudi menuju Indonesia masih berjalan sesuai jadwal, termasuk oleh Saudi Airlines.
“Untuk penerbangan kepulangan, sejauh ini masih berjalan sesuai jadwal,” katanya.
Ketiga, PPIU diminta terus berkoordinasi dengan otoritas teknis urusan haji di Jeddah serta KJRI guna memperoleh informasi terbaru terkait perkembangan situasi.
Sementara itu, KBRI Riyadh secara resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi.
Baca Juga: Belajar dari Mantan Napiter: Mewaspadai Propaganda Kelompok Garis Keras di Tengah Konflik Global
Dalam surat bernomor 016/PSOSBUD/II/2026/RYD tertanggal 28 Februari 2026, KBRI meminta WNI tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi keamanan di lingkungan masing-masing.
WNI diimbau tidak panik, tetap siaga, dan aktif memantau informasi dari sumber resmi serta terpercaya. Selain itu, masyarakat diminta mematuhi arahan otoritas Pemerintah Arab Saudi maupun imbauan dari KBRI.
KBRI juga menekankan pentingnya lapor diri bagi WNI yang belum mendaftarkan keberadaannya melalui laman resmi Kementerian Luar Negeri, guna memudahkan koordinasi dan perlindungan apabila terjadi situasi darurat.