BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Di tengah kabar 58 ribu jemaah umrah tertahan di Jeddah akibat meningkatnya dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah, publik Jawa Barat justru dihadapkan pada satu persoalan krusial, ketiadaan data resmi.
Hingga kemarin, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat belum dapat memastikan berapa jumlah jemaah asal Jabar yang terdampak.
Padahal, Jawa Barat dikenal sebagai salah satu provinsi dengan jumlah jemaah umrah terbesar di Indonesia.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian mengakui, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat. Akses terhadap sistem pendataan pun belum tersedia.
“Belum, masih diminta ke pusat, tapi belum ada balasan. Kami juga belum bisa mengakses Siskopatuh,” ujar Boy dikutip Senin 2 Maret 2026.
Menurutnya, pusat masih melakukan pendataan riil terhadap jemaah yang terdampak, termasuk rekapitulasi dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Situasi ini membuat daerah belum memiliki gambaran utuh terkait jumlah jemaah yang tertahan maupun yang keberangkatannya harus ditunda.
“Belum ada. Kami masih menunggu konfirmasi data dari pusat karena pusat juga masih mendata data riil jemaah dari PPIU,” ucapnya.
Baca Juga: BKSAP DPR RI Kecam Israel yang Serang Suriah Memperburuk Instabilitas di Kawasan Timur Tengah.
Di tengah ketidakpastian data, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat tetap menyampaikan sejumlah langkah antisipatif sesuai arahan pusat.
Pertama, jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat diminta menunda perjalanan hingga situasi keamanan di Timur Tengah dinilai kondusif.
“Kami mengimbau jemaah yang akan berangkat agar menunda dulu sampai kondisi memungkinkan,” tuturnya.