BOGOR, CEKLISSATU – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Dede Chandra Sasmita atau yang akrab disapa Dechan, kembali turun langsung menyapa masyarakat dalam agenda Reses I Tahun Sidang 2025–2026. Kegiatan penyerapan aspirasi tersebut digelar di Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Rabu (26/11/2025).

Dalam forum yang dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat ini, berbagai kebutuhan pembangunan menjadi perhatian. Salah satu aspirasi yang mencuat adalah harapan warga terkait perbaikan sarana ibadah di Masjid Nurul Yaqin.

Menanggapi kebutuhan tersebut, politisi Partai Demokrat ini langsung merespon cepat. Tanpa menunda waktu, ia mengalokasikan bantuan senilai Rp 5 juta dari dana pribadinya sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Saat Reses, Bahtra Banong Terima Banyak Keluhan dan Curhatan Masyarakat di Dapil

“Ini bagian dari kewajiban saya sebagai wakil masyarakat Kabupaten Bogor. Semoga bantuan ini dapat mempercepat upaya memperbaiki sarana ibadah masyarakat,” ujar Dechan.

Apresiasi turut disampaikan Kepala Desa Cibadak, Hj. Liya Muliya. Ia menyebut bahwa sosok Dechan sudah lama memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan desanya.

“Alhamdulillah, Pak Dede Chandra ini sudah tidak asing bagi saya, karena beliau sudah banyak membantu pembangunan di Desa Cibadak. Mulai dari rumah tidak layak huni, sarana pendidikan PAUD, dan kini kembali hadir menyapa masyarakat dalam kegiatan reses,” ucapnya.

Ia berharap kerja sama dan sinergi pembangunan bagi masyarakat dapat terus terjaga ke depan.

Pada kesempatan ini, Dechan menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat Kabupaten Bogor, terutama dalam penguatan fasilitas publik, pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan.

Baca Juga: Bangkit dari Luka Bencana, Warga Cigudeg Titipkan Lima Poin Krusial kepada Anggota DPRD Bogor Nurodin

Kegiatan reses berlangsung hangat dan penuh kedekatan, mencerminkan fungsi DPRD dalam mendengar langsung aspirasi rakyat sekaligus menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat. Kelik Widiartono