Ia juga menyarankan masyarakat untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila membutuhkan bantuan tambahan. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Terapi Pengganti Nikotin (TPN) seperti koyo atau permen nikotin untuk membantu mengurangi gejala putus nikotin.
Apabila seseorang kembali merokok setelah satu atau dua minggu berhenti, Dr. Feni mengingatkan agar hal tersebut tidak dianggap sebagai kegagalan.
Baca Juga: Ingin Cetak Sejarah Lagi, PP Persambi Akan Gelar Kejuaraan AntarMahasiswa Dunia
“Anggap saja sebagai terpeleset. Cari tahu apa pemicunya, lalu lanjutkan kembali rencana berhenti merokok. Jangan ragu mencari bantuan profesional jika kambuh berulang,” ujarnya.
Ia berharap Ramadan dapat menjadi titik awal bagi masyarakat untuk memulai hidup yang lebih sehat dan bebas rokok.
Pembahasan mengenai manfaat puasa sebagai momentum berhenti merokok ini disampaikan dalam tayangan edukasi “Bincang Kesehatan Paru” yang diselenggarakan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI.
Comment