BOGOR, CEKLISSATU.COM - Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya narasi negatif di media sosial, Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PCNU Kota Bogor bergerak menyiapkan kader muda Nahdlatul Ulama yang melek jurnalistik dan mampu menguasai literasi digital.

Pelatihan jurnalistik yang diadakan di Sekretariat PCNU Kota Bogor, Sempur, Bogor Tengah, menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi Gen Z NU yang siap mengisi ruang digital dengan konten edukatif, menyejukkan, dan bernilai dakwah.

Ketua PCNU Kota Bogor, Edi Nurokhman menegaskan, bahwa warga NU tidak boleh tinggal diam menghadapi derasnya informasi negatif yang kerap menyerang pesantren, kiai, maupun pendidikan Islam di media sosial.

Baca Juga: Pelatihan Konten Kreator Desa, Diskominfo Kabupaten Bogor Perkuat Pemberdayaan dan Literasi Digital

"Jangan sampai generasi mendatang kehilangan kepercayaan terhadap pesantren dan pendidikan keislaman. Dunia maya seolah menggambarkan pesantren sebagai tempat yang tidak aman dan tidak nyaman. Hal seperti ini tidak boleh didiamkan," ujarnya, Kamis  (14/5/2026).

Menurut Edi, perang informasi di era digital dapat memengaruhi opini publik apabila tidak diimbangi dengan narasi positif dan edukatif dari kalangan pesantren dan warga NU sendiri.

"Jika bukan kita, siapa lagi? Kita harus banyak mengisi ruang digital, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Ke depan, NU dan pesantren harus tetap menjaga kemuliaannya," katanya.

Baca Juga: Aktris Raline Shah Resmi Jadi Pejabat Komdigi, Fokus Literasi Digital dan Lawan Hoaks

Ia berharap, pelatihan jurnalistik tersebut mampu melahirkan kader-kader muda NU yang piawai membuat konten dakwah kreatif dan relevan dengan generasi muda. 

Konten digital seperti dakwah inspiratif, potongan ceramah ulama, hingga pengajian yang dikemas ringan dinilai efektif menarik perhatian publik di media sosial.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Kota Bogor, Heri Firdaus menyebut, kemampuan jurnalistik kini menjadi kebutuhan penting bagi kader NU agar mampu menyebarkan informasi yang benar sekaligus membangun citra positif organisasi.

Baca Juga: Game Online Terlarang Menyusup Lewat Konten Digital, DPR Dorong PPATK Bertindak Lebih Cepat

"Jurnalistik menjadi sarana untuk menyebarkan kebaikan. Kader NU harus mampu mengkurasi informasi dan menghadirkan sentuhan penulisan yang baik," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya literasi digital dalam pemanfaatan teknologi digital dan aplikasi penunjang produksi konten, tanpa meninggalkan nilai utama berupa orisinalitas karya.

"Menulis harus tetap memiliki orisinalitas. Kemampuan ini menjadi bekal penting bagi kader NU untuk membangun media dan lembaganya sendiri. Jika tidak, kita akan tergeser oleh pihak lain," katanya.

Baca Juga: PWI Jaya dan iBlooming Jajaki Kerja Sama Digitalisasi Pelatihan Jurnalistik

Ketua LTN NU Kota Bogor, Abdul Mun'im Hasan mengatakan, workshop tersebut merupakan langkah awal kaderisasi penulis muda NU di Kota Bogor.

"Kegiatan ini menjadi langkah awal mencetak kader penulis muda NU agar mampu menyuarakan dan menyiarkan kegiatan NU di Kota Bogor,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti berbagai kalangan muda, mulai dari asatidz pesantren, guru SMK Tunas Bangsa, santri Al Um Aswaja, santri Al-Hamidiyah, remaja masjid, hingga pengurus KMNU IPB.

Baca Juga: Jurnalisme di Persimpangan KUHP Baru

Dalam sesi materi, jurnalis Sonni Agung Saputra membekali peserta dengan dasar-dasar jurnalistik dan teknik peliputan berita yang baik. 

Ia menegaskan bahwa berita harus disusun berdasarkan fakta dan melalui proses verifikasi.

"Berita harus faktual, akurat, dan melalui proses verifikasi. Sementara informasi belum tentu merupakan berita," jelasnya.