"QR Code ini akan memuat daftar usaha warga, sehingga pengunjung desa atau villa sekitar dapat dengan mudah mengetahui produk yang dijual dan dengan cara ini, peluang promosi dan penjualan diharapkan semakin terbuka lebar," terangnya.

Baca Juga: Cegah Perundungan, Unida Bogor Ajak Siswa Berani Suarakan Luka Lewat Film dan Ekspresi Emosi

Sementara itu, Rieke Aura Azhari selaku pemateri mengatakan pentingnya promosi digital agar usaha desa tidak hanya dikenal di sekitar wilayah Sukakarya, tetapi juga bisa menjangkau konsumen di luar desa. 

"Media sosial dan QR Code merupakan cara yang efektif untuk memperkenalkan produk, bahkan cara sederhana seperti memanfaatkan status WhatsApp pun dapat menjadi sarana promosi yang bermanfaat" jelasnya.

Antusiasme juga datang dari peserta pelatihan. Ibu Purwani, salah satu pelaku UMKM penjual karedok dan gado-gado, mengaku senang karena mendapat bantuan pembuatan QR Code. 

"Saya senang dan berharap usaha saya yang sebelumnya belum memiliki nama toko dapat lebih dikenal oleh pembeli dari luar desa lewat QR ini," tuturnya.

Baca Juga: Pemerintah Desa Sukakarya Megamendung Sambut Mahasiswa KKN Universitas Djuanda dengan Harapan Besar

Kegiatan yang diakhiri dengan sesi foto bersama ini diharapkan menjadi langkah awal digitalisasi UMKM di Desa Sukakarya sehingga produk-produk lokal bisa lebih maju, dikenal luas, dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.