BOGOR, CEKLISSATU - Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini menjadi special bagi lebih dari 165 ribu Guru Tenaga Kependidikan (GTK). Sebab, para pahlawan tanpa tanda jasa ini mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari negara, sehingga tak perlu cemas untuk mengajar.
Kado istimewa ini merupakan wujud komitmen Kementrian Agama (Kemenag) bersama Badan Penyelelnggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni, memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Pendidikan berkualitas.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan keseriusannya meningkatkan kesejahteraan guru-guru madrasah yang selama ini sering terlupakan.
Menag berharap, peningkatan kesejahteraan tersebut dapat berbanding lurus dengan mutu Pendidikan di Indonesia.
Baca Juga : Liburan Hari Raya Natal Lalu Lintas di Kota Bogor Ramai Lancar, 51 Titik Penjagaan Disiagakan
Dalam kesempatan tersebut, menag bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo juga menyerahkan santunan kepada 3 ahli waris GTK Madrasah yang meninggal dunia. Masing-masing mendapatkan manfaat dari Jaminan Kematian (JKM) senilai Rp42 juta.
“Kita ingin memastikan para guru dan tenaga kependidikan madrasah terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. Meski saat ini belum semua, tapi melalui momentum Hari Guru akan semakin banyak yang terlindungi dan para guru jadi sadar bahwa mereka juga memiliki risiko,” kata Anggoro dalam Peringatan Hari Guru Nasional.
Menurut data, hingga November 2024 ada 388 ribu GTK Madrasah yag sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Angka tersebut baru mencakup 60 persen dari keseluruhan GTK madrasah yang ada di Indonesia.
Disisi lain, total manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian yang diberikan kepada guru madrasah secara nasional tercatat mencapai Rp10,67 miliar.
Hal ini dapat diartikan bahwa risiko tersebut nyata dan negara telah hadir memberikan perlindungan.
Anggoro berharap, kemenag dapat segera menerbitkan regulasi guna akselerasi perlindungan yang menyeluruh bagi seluruh guru dan tenaga pengajar di lingkup Kemenag.
“Diperlukan dukungan berupa kebijakan dan regulasi agar dapat memberikan perlindungan yang maksimal bagi guru di Indonesia agar mereka dapat terus menjadi obor yang memberikan penerangan bagi setiap generasi penerus bangsa,”ingatnya.
Sementara, Deny Yusyulian Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta mengatakan, sudah menjadi komitmen untuk memastikan agar seluruh guru terutama diseluruh sekolah dan madrasah di wiliyah DKI Jakarta khususnya harus terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan.
Ditempat yang sama Deni Suwardani selaku Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun yang ikut hadir juga dalam kegiatan tersebut menyampaikan pihaknya berterima kasih kepada Kementrian Agama yang sudah memberikan perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan kepada 165.768 guru madrasah GTK non ASN se Indonesia.
“Kerjasama antara Kemntrian Agama dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 165.768 guru madrasah GTK non ASN ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan para guru yang telah lama mengabdi.” tambah Deni.
“Semoga, langkah ini dapat menjadi model untuk perlindungan yang lebih luas bagi seluruh guru di tanah air, dsn mendorong kualitas Pendidikan yang lebih baik di masa depan,” tutup Deni
Comment