Menariknya, SSB Sukmajaya tidak hanya membina pemain asal Depok. Anak-anak dari Bogor, Bekasi, Tangerang, hingga daerah lainnya juga menjadi bagian dari keluarga besar Sukmajaya. Bahkan, mereka turut membuka kesempatan bagi pemain dari SSB lain yang belum mengikuti kompetisi agar tetap memperoleh wadah pembinaan.
Seleksi Ketat, Mayoritas Berusia 15 Tahun
Untuk bertugas sebagai ball crew, panitia awalnya hanya meminta 14 pemain. Namun, Sumargono mengusulkan tambahan satu pemain cadangan guna mengantisipasi situasi tak terduga selama pertandingan berlangsung.
Sebanyak 15 pemain yang terpilih kemudian menjalani rangkaian pelatihan khusus, mulai dari gladi bersih, simulasi di lapangan, hingga pembekalan sesuai standar penyelenggara Piala AFF. Mereka juga diwajibkan hadir beberapa jam sebelum kick-off untuk mengikuti briefing dan persiapan teknis.
Seleksi dilakukan secara ketat. PSSI memprioritaskan pemain yang aktif mengikuti Piala Suratin dengan batas usia maksimal kelahiran tahun 2009. Dari 15 pemain yang lolos, mayoritas merupakan kelahiran 2011, dua pemain kelahiran 2009, dan satu pemain kelahiran 2012.
Pengalaman Tak Ternilai
Bagi Sumargono, menjadi ball crew bukan sekadar bertugas di pinggir lapangan. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman internasional yang sangat berharga bagi para pemain muda karena dapat menyaksikan atmosfer pertandingan Timnas Indonesia dari jarak dekat.
"Pengalaman seperti ini tidak bisa dinilai dengan uang. Harapannya, mereka semakin termotivasi untuk bekerja keras dan suatu hari nanti bukan lagi menjadi ball crew, tetapi menjadi pemain yang membela Timnas Indonesia," tutupnya.
Comment