JAKARTA, CEKLISSATU  -- Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI), Peter Layardi Lay, menyampaikan pernyataan tegas mengenai polemik organisasi tenis meja nasional.

Melalui wawancaranya dengan ETV Sport,  Peter menegaskan bahwa tidak ada dualisme atau tigalisme dalam organisasi PB PTMSI, dan bahwa PB PTMSI adalah organisasi resmi yang sah menurut hukum.

Hal ini ditegaskan beliau merujuk pada hasil putusan pengadilan yang jelas dan definitif, termasuk putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menyatakan bahwa kepengurusan PB PTMSI saat ini adalah sah menurut hukum, setelah melalui proses litigasi atas klaim-klaim kepengurusan lain yang tidak memiliki legitimasi organisasi atau persetujuan KONI. 

“Hasil pengadilan sudah jelas menempatkan PB PTMSI sebagai satu-satunya organisasi tenis meja yang sah secara hukum. Tidak ada dualisme apalagi tigalisme. Segala bentuk klaim organisasi lain yang mengatasnamakan tenis meja nasional harus merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku dan keputusan pengadilan. PB PTMSI akan terus bekerja untuk pembinaan atlet dan persatuan olahraga ini.”

Pernyataan dari Bapak Peter ini dikuatkan secara tegas oleh Bapak Soewarno selaku Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang hadir dalam acara ini.

Bapak Soewarno menyampaikan dukungan penuh terhadap posisi PB PTMSI dan memberikan penegasan bahwa Organisasi maupun atlet yang berada di luar organisasi resmi PB PTMSI tidak diakui dalam konteks keolahragaan nasional.

Hal ini mempertegas komitmen KONI untuk menjunjung tinggi aturan hukum dan tata kelola organisasi olahraga yang sah demi kepentingan pembinaan atlet dan ekosistem olahraga nasional.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Kejuaraan PB PTMSI BERSATU Cup 2026, Bapak Mentereng Sakti, meminta kepada Pemerintah untuk memastikan tidak adanya keberpihakan kepada organisasi atau kelompok yang membuka cabang baru yang berpotensi menimbulkan dualisme atau konflik organisasi di cabang olahraga ini yang justru dapat merugikan pembinaan olahraga secara nasional dan masa depan atlet.

Dalam wawancara ETV Sport dengan atlet tenis meja, Rafanael Nikola, peraih medali emas PON 2024 Tunggal Putra dan juga Atlet SEA GAMES 2025 yang hadir mewakili klub SIM SPORTS Lampung, Rafanael menyampaikan bahwa dinamika yang bersifat negatif di dunia tenis meja akan sangat berdampak pada atlet.

Ia berharap melalui terselenggaranya PTMSI BERSATU Cup 2026, tenis meja Indonesia dapat semakin maju. Ia juga mengapresiasi PB PTMSI atas dukungan dan perjuangannya untuk para atlet tenis meja Indonesia selama ini."