KUMAMOTO, CEKLISSATU - Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, gagal merebut gelar juara Kumamoto Masters 2024. Dia tumbang di partai final turnamen Super 500 itu dari bintang tuan rumah, Akane Yamaguchi, dengan skor kembar 12-21 dan 12-21 dalam waktu 34 menit.

Bermain di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Kumamoto, Jepang, Gregoria kesulitan untuk mengimbangi permainan Yamaguchi sejak awal. Alhasil, dia tertinggal 2-5 lebih dulu.

Yamaguchi tampil sangat lincah dalam laga ini sehingga sangat apik dalam menahan serangan Gregoria. Mantan pemain nomor satu dunia itu pun memenangkan reli-reli panjang yang terjadi sehingga terus menjauh dengan keunggulan 8-3 dan 11-5 di interval gim pertama.

Usai rehat, Gregoria masih tak mampu meredam serangan-serangan ciamik yang dilancarkan Yamaguchi. Pemain ranking delapan dunia itu pun ketinggalan 8-17 sebelum akhirnya tumbang dengan skor 12-21 di gim pertama.

Jorji -sapaan Gregoria- tancap gas menyerang di gim kedua dan sukses memimpin 3-0. Namun Yamaguchi dengan cepat bisa bangkit dan balik menekan.

Pemain ranking empat dunia itu pun sukses berbalik unggul 6-3. Akan tetapi, Gregoria berusaha keras untuk memangkas ketertinggalannya menjadi 6-7 dan 8-9.

Namun, pemain kelahiran Wonogiri itu tak bisa lebih lama lagi menahan serangan Yamaguchi. Pertahanannya pun mulai mudah ditembus lagi sehingga tertinggal 9-14.

Tanpa kesulitan berarti, Yamaguchi meninggalkan peraih medali perak Olimpiade Paris 2024 itu dengan keunggulan 19-11. Pemain berusia 27 tahun itu pun mengunci kemenangannya di gim kedua dengan skor 21-12.

Usai pertantingan Jorji mengaku senang sudah menyelesaikan pertandingan final tanpa cedera. "Saya cukup senang tapi tidak puas pastinya karena saya tidak bermain cukup baik di pertandingan hari ini," ujarnya.

"Saya rasa kecepatan saya sudah tidak seperti kemarin, memang dengan pertandingan yang panjang di semifinal kemarin, recovery saya belum sepenuhnya maksimal," tambahnya.

Menurutnya Ritme permainannya sudah lambat dibandingkan Akane. "Saya lambat dibandingkan Akane. Dia menunjukkan kelasnya hari ini. Apapun yang dia inginkan bisa keluar.Tadi di momen 11-14 gim kedua, saya benar tidak menyangka dia bisa membalikkan smes saya dan masuk. Kita semua tahu, reach dari Akane tidak terlalu panjang tapi tadi itu bagus banget," tuturnya.