JAKARTA, CEKLISSATU — Manajer Timnas U17, Zaki Achmad Iskandar, mengungkap peran besar sosok yang kini disebut sebagai arsitek masa depan sepak bola Indonesia, Alexander Zwiers.

Menurut Zaki, Direktur Teknik PSSI itu tak hanya mengurus kurikulum atau latihan, tetapi membangun ekosistem Timnas yang berkelanjutan dari U17, U20, U23, hingga senior. Hal yang belum pernah terwujud secara serius di era-era sebelumnya.

Zaki menjelaskan Alex memiliki jaringan internasional yang sangat luas, mulai dari KNVB Belanda, federasi-federasi Timur Tengah, hingga negara-negara Eropa Timur.

Relasi inilah yang membuat peran Alex menjadi strategis, yakni selalu hadir di setiap event besar, menganalisis perkembangan pemain, membuka akses uji coba internasional termasuk menghadirkan Mali untuk laga pemanasan, dan, yang tak kalah penting, membangun sistem komunikasi terbuka dengan seluruh jajaran BTN. 

“Hubungan Alex dan Kepala BTN, Pak Sumardi, sangat cair. Semua transparan, semua dibahas terbuka,” ujar Zaki di Jakarta, Kamis (4/12)

Salah satu tugas paling krusial Alex saat ini, menyeleksi calon pelatih Timnas senior Indonesia. Ia melalukan proses wawancara, disampingin dua anggota exco PSSI, Muhammad dan Endri Erawan, lalu menyusun evaluasi teknis, dan mengerucutkan nama sebelum diajukan kepada Ketua Umum PSSI dan pemerintah.

Menurut Zaki, cara kerja ini baru pertama kali dilakukan PSSI, terstruktur, profesional, dan berbasis data. Tak hanya sekadar preferensi personal.

Lebih jauh, Alex juga bekerja memastikan kesinambungan dari kelompok umur ke level senior. “Roadmap-nya jelas. U17 dibangun pondasinya. Naik ke U20, karakter mulai dibentuk. Masuk U23 dan senior, tinggal mematangkan kompetisi dan mental,” tutur Zaki.

Pendekatan ini berkaca dari pengalamannya membangun program jangka panjang di Yordania selama hampir enam tahun, yang kini terbukti menghasilkan Timnas Yordania yang kompetitif di level Asia dan dunia.

Dengan fondasi teknis yang kuat, ekosistem berkelanjutan, serta kolaborasi yang solid di internal PSSI, Indonesia kini punya platform realistis untuk mencapai dua target besar.

Menjadi “big boys of Asia” dan dalam jangka panjang bersaing memperebutkan tiket Piala Dunia. “Semua negara bermimpi ke Piala Dunia. Kita pun sama. Tapi sebelum itu, kita harus jadi raksasa di Asia Tenggara dulu, lalu masuk 10 besar Asia. Di situlah Alex bekerja,” tegas Zaki.

Zaki menutup dengan optimisme., "kalau sistem seperti ini konsisten dijalankan, kita tidak lagi bicara mimpi. Kita bicara pencapaian.”