Lebih lanjut, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengapresiasi kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh Presiden. Ia menegaskan arah strategis lima tahun ke depan melalui Coverage, Care, dan Credibility (3C)


Menurutnya, prioritas pertama adalah Coverage, yakni memperluas kepesertaan secara lebih terstruktur dan terukur karena masih banyak pekerja, khususnya di sektor informal dan UMKM, yang belum terlindungi. Upaya tersebut dilakukan melalui akselerasi akuisisi peserta baru, optimalisasi kanal distribusi dan kolaborasi ekosistem, serta penguatan retensi dan kepatuhan iuran agar perlindungan berjalan berkelanjutan.


"Kami ingin memastikan coverage pada pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah, dan pekerja migran dapat tercakup, karena saat ini masih banyak yang bisa ditingkatkan," katanya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Gelar “Yuk Kepasar se-Jakarta” di Pasar Radio Dalam


Ribuan PPPK Paruh Waktu Bima Dapat BPJS Kesehatan-Ketenagakerjaan
Strategi Care, lanjutnya, difokuskan pada peningkatan kualitas layanan berbasis inovasi dan transformasi digital agar proses klaim semakin cepat, mudah, dan transparan. Implementasinya mencakup penguatan layanan klaim, pengembangan program manfaat termasuk layanan tambahan seperti perumahan, serta pembangunan pengalaman peserta berbasis digital secara end-to-end.


"Kami ingin menghadirkan pelayanan yang tidak hanya administratif, tetapi benar-benar terasa sebagai wujud kehadiran negara bagi pekerja dan keluarganya," imbuhnya.

Sementara itu, prioritas ketiga atau Credibility dinilai sebagai fondasi keberlanjutan institusi melalui penguatan keakuratan dan integrasi data serta tata kelola yang akuntabel guna meningkatkan kepercayaan publik. Upaya ini diwujudkan lewat kinerja investasi yang sehat dan berkelanjutan, pengelolaan dana yang prudent dan profesional, serta komunikasi publik yang konsisten untuk memperkuat reputasi dan tata kelola lembaga.