Berdasarkan penelitian lain, salah satu golongan pestisida yang paling banyak digunakan petani dan banyak menimbulkan residu pada beras adalah Dieldrin. Dieldrin bersifat persisten dan tidak mudah terurai di lingkungan, serta dapat menyebabkan masalah kesehatan pada manusia dan hewan.
Tanah Tercemar, Hama Kebal Pestisida
Penggunaan pestisida dan pupuk kimia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tingginya penggunaan pestisida tidak terlepas dari fungsi pestisida yang dapat mengurangi masalah pertanian terutama masalah hama tanaman. Selain itu, penggunaan pupuk kimia terbukti dirasakan petani membantu meningkatkan produksi pertanian.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Hurip Jaya, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Fauji, mengakui bahwa petani saat ini tak bisa lepas dari penggunaan pestisida dan pupuk kimia. “Sepengetahuan saya selama berpuluh-puluh tahun bergelut sebagai petani, semua tanah pertanian nyaris terpapar pestisida dan pupuk berbahan kimia. Unsur hara tanahnya sudah banyak berkurang. Petani saat ini tak bisa lepas dari pestisida dan pupuk kimia,” ungkapnya, Kamis, 15 Mei 2025.
Baca Juga: Ingat Panji Petualang Penjinak Ular, Begini Kondisinya Sekarang Usai Diserang Diabetes
Malah, sambung Fauji, kondisi saat ini semua jenis hama seolah sudah kebal akan pestisida. “Ini berdasarkan pengalaman. Ketika hama kembali menyerang setelah disemprot pestisida, maka petani akan membeli pestisida dengan level yang lebih tinggi. Terus menerus seperti itu sampai akhirnya hama kebal akan pestisida. Maka, biaya petani membengkak sementara yang untung adalah produsen pestisida dan pupuk kimia,” beber dia.
Bagaimana dengan sistem pertanian organik? “Sulit diterapkan. Mengapa, karena semua jenis pertanian membutuhkan air. Sedangkan semua sumber air sungai dan irigasi saat ini semuanya sudah terpapar pestisida dan pupuk kimia. Maka kalau sistem pertanian organik diterapkan di atas tanah saat ini bohong ceritanya bisa menghasilkan produk pertanian organik,” sambungnya.
Comment