"Sinergi yang baik antara PLN, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan, sehingga masyarakat dapat kembali menikmati pasokan listrik secara normal," tambahnya.
Firdaus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas pengertian dan dukungan yang diberikan selama proses pemulihan berlangsung. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi PLN untuk terus meningkatkan keandalan pasokan listrik serta memberikan pelayanan terbaik.

"Terima kasih atas doa, dukungan, dan pengertian seluruh masyarakat. Hal tersebut menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan yang andal dan memastikan kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," tuturnya.
PLN berkomitmen untuk terus memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan melalui peningkatan kesiapan personel, optimalisasi infrastruktur, serta koordinasi yang berkelanjutan dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat.
Sementara itu, Manager ULTG Bandung Barat, Ali Rofii, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa-Bali yang saling terhubung membuat pasokan listrik harus disesuaikan dengan kemampuan pembangkit.
Menurutnya, ketidakseimbangan antara kapasitas pembangkit dan beban sistem menjadi salah satu kondisi yang harus diantisipasi dalam pengoperasian jaringan interkoneksi.
Selain itu, Ali mengungkapkan bahwa gangguan pada jaringan transmisi saat ini paling banyak disebabkan oleh layang-layang yang menggunakan kawat maupun bahan konduktif lainnya.
"Tren gangguan di transmisi saat ini akibat layang-layang. Banyak masyarakat yang bermain layang-layang di sekitar tower transmisi menggunakan kawat. Kawat ini dapat menyebabkan hubungan singkat antar fasa dan mengakibatkan gangguan meluas di wilayah Jawa Barat," jelasnya.
Comment