JAKARTA, CEKLISSATU.COM – Perluasan layanan transportasi Transjabodetabek, khususnya rute Blok M- Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mendapat dukungan dari DPRD DKI Jakarta.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Pantas Naninggolan mengatakan, perluasan layanan transportasi Transjabodetabek itu harus dibarengi dengan integrasi antarmoda guna menekan kemacetan di Jakarta dan sekitarnya.
Pantas menilai, kebijakan tersenit sejalan dengan visi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam memperkuat konektivitas transportasi lintas wilayah.
Baca Juga: TransJabodetabek Rute D41 Sawangan–Lebak Bulus Ubah Titik Stop, Ini Sebabnya
Meski demikian, ia menegaskan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan serta kejelasan regulasi sebagai fondasi utama agar kebijakan berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Ini menjadi bentuk dukungan terhadap keinginan dan harapan Pak Gubernur. Namun yang paling penting adalah konsistensi. Selain itu, harus ada landasan regulasi yang menjadi pedoman bersama, tidak hanya bagi BUMD, tetapi juga BUMN seperti KAI dan lainnya, sehingga solusi yang dihadirkan benar-benar integratif,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Lebih lanjut, Pantas juga mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Transportasi Umum bertajuk “Memperkuat Integrasi dan Kesetaraan Moda Transportasi Jakarta Menuju Kota Bangsa yang Humanis, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Global”.
Baca Juga: DPP Organda Soroti Terminal Bayangan, BBM Barcode, dan Lemahnya Koordinasi Transportasi Darat
Ia menjelaskan, hasil FGD tersebut menegaskan pentingnya kebijakan terpadu yang mengakomodasi konsep aglomerasi kawasan Jabodetabekpunjur.
Dikatakan Pantas, integrasi lintas wilayah merupakan keniscayaan untuk menjawab persoalan mobilitas perkotaan yang semakin kompleks.
“Pada waktunya memang diperlukan kebijakan terpadu dalam konteks aglomerasi. Jabodetabekpunjur sudah menjadi sebuah kebutuhan,” jelasnya.
Baca Juga: Warga Antusias Gunakan TransJabodetabek , Pemprov Subsidi Anggaran Segini
Pantas berharap, apabila kebijakan terpadu tersebut dapat diwujudkan, Jakarta dan kawasan sekitarnya tidak hanya terbebas dari banjir musiman, tetapi juga dari “banjir harian” berupa kemacetan akibat tingginya volume kendaraan bermotor yang masuk ke ibu kota.
“Mudah-mudahan ke depan ada dua banjir yang tidak lagi terjadi, yakni banjir tahunan atau musiman berupa ancaman air, serta banjir harian berupa kendaraan bermotor di jalan,” tutupnya.
Comment