JAKARTA, CEKLISSATU - BMKG lakukan uji sistem komunikasi peringatan dini dan kesiapan evakuasi gempa dan tsunami di wilayah Palu, Sulawesi Tengah.
Uji sistem peringatan dini gempa dan tsunami itu dilakukan BMKG bersama Japan International Cooperation Agency (JICA).
Uji sistem peringatan dini gempa dan tsunami itu diikuti berbagai lapisan masyarakat dan lembaga yang berperan dalam pengurangan risiko bencana (PRB).
Baca Juga : Gianyar Bali Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 4,8 Dirasakan hingga Wilayah Denpasar dan Badung
Uji coba ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dalam menyebarkan informasi peringatan dini gempa bumi dan tsunami.
Serta mengoptimalkan koordinasi antar lembaga selama masa tanggap darurat, yang dikenal sebagai Golden Time, yakni waktu krusial kurang dari 10 menit setelah gempa besar terjadi.
Kegiatan itu juga bertepatan dengan peringatan enam tahun gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi Kota Palu pada September 2018 silam.
Baca Juga : Waspada Hujan Petir dari Siang hingga Malam, Berikut Prediksi BMKG Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, kegiatan simulasi gempa bumi dan tsunami, Latihan Uji Komunikasi Kota Palu Tahun 2024 memiliki tujuan untuk memperkuat kapasitas BMKG dalam memberikan peringatan dini gempa bumi dan tsunami yang tepat waktu dan akurat.
"Sehingga pemahaman dan kemampuan kita untuk bertindak cepat dalam situasi darurat sangatlah krusial. Kita berupaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi situasi bencana," kata Daryono dalam keterangannya, Jumat 27 September 2024.
Daryono mengatakan, latihan itu menguji kemampuan warga dalam melakukan evakuasi mandiri menuju tempat evakuasi sementara (TES) setelah menerima peringatan gempa dan tsunami.
Baca Juga : Kota Bogor Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Edukasi Warga
“Simulasi ini penting mengingat kondisi geografis Kota Palu yang rentan terhadap tsunami dengan waktu respon yang sangat terbatas,” ujar Daryono.
Melalui uji sistem komunikasi ini, BMKG telah mengidentifikasi kendala dalam penyebaran informasi secara cepat, serta melakukan evaluasi terhadap alat komunikasi alternatif.
“Hasil dari latihan ini diharapkan dapat memperbarui isi pesan peringatan, memperbaiki alur komunikasi, dan meningkatkan kesiapan masyarakat serta lembaga-lembaga terkait dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami, sehingga mampu meminimalkan risiko dan korban jiwa,” tutup Daryono.
Comment