BOGOR, CEKLISSATU - Memasuki pekan ke-2 masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cibanon, mahasiswa FISIPKOM Universitas Djuanda mencoba mengusung inovasi SARUNG PERAK (Bersatu Raih Untung, Perkuat Ekonomi Rakyat) yakni manajemen pemasaran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) secara terpadu se-Desa Cibanon.
Ketua kelompok KKN, Ruben Bentiyan menjelaskan bahwa dalam rangka membangun sistem pemasaran terpadu tersebut, peserta KKN terus menerus mendata satu persatu, menggali kelebihan dan kelemahan produk UMKM yang ada di Desa Cibanon agar dapat membantu pelaku usaha menaikkan nilai jual.
“Ya, kita harusnya bisa mengkonversi daya juang menjadi daya jual. Jadi produk-produk ini, yang perlu upgrading, selama memungkinkan akan dibantu. Anggota kelompok kami ada yang jago mendesain produk kebetulan,” ucapnya.
Baca Juga : 25 Mesin dan Satu Eksavator Bantu Evakuasi 8 Penambang Asal Bogor
Demi terwujudnya program SARUNG PERAK, peserta KKN juga mengunjungi Bu Nurhaida salah satu pelaku UMKM yang berdomisili di Kp. Ciangsana, RT/RW 01/04, Desa Cibanon yang memproduksi kacang goreng dan keripik pisang. Dalam kunjungan kepada Bu Nurhaida, mahasiswa KKN mencoba menggali tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM dan mencoba mengklasifikasikannya agar bisa diselesaikan dengan baik dalam program SARUNG PERAK nanti.
“Kami mencoba menggali tantangan yang dihadapi oleh Bu Nurhaida dan para pelaku UMKM lain. Semoga program SARUNG PERAK ini bisa membantu para pelaku UMKM menghadapi tantangan yang ada. Ya, kami akan kerjakan sesuai dengan kapasitas yang kami miliki,” jelas Sekar Trikesuma di sela-sela home visit kepada para pelaku UMKM (31/07).
Ketika ditanya semenjak kapan serta alasan apa yang melandasi Bu Nurhaida dan suami memulai memproduksi kacang goreng dan keripik pisang, pasangan tersebut menjelaskan bahwa semua usahanya diawali dengan iseng. Ternyata keisengan tersebut sudah berjalan selama 5 tahun lebih.
“Awalnya mah iseng aja, produksian cemilan begitu. Tapi alhamdulillah, sekarang udah 5 tahun berjalan. Kadang kita terkendala di bahan baku, kadang enggak tentu stoknya ada atau enggak di pemasok. Sistemnya kita pesen, nanti dianter sama pemasok. Cuma ya begitu, kadang kehabisan.”
Tantangan-tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM di Desa Cibanon menjadi puzzle-puzzle yang menarik untuk diselesaikan bersama. **
Comment