JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Jangan merasa sehat dulu meski tak memiliki keluhan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan sekitar 1 juta kasus hipertensi baru dari hasil evaluasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG), meski para peserta tersebut pada pemeriksaan tahun sebelumnya dinyatakan tidak mengalami tekanan darah tinggi.

Data tersebut diperoleh dari pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta CKG pada 2026 yang pada tahun sebelumnya tidak terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pemeriksaan berkala sangat krusial untuk mendeteksi penyakit dan faktor risiko sebelum berkembang menjadi komplikasi fatal seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Baca Juga: Dinkes Kota Bogor Fasilitasi Cek Kesehatan Wartawan, Capaian Program CKG Tertinggi di Jawa Barat

"Melalui Cek Kesehatan Gratis, kita berharap penyakit dapat ditemukan lebih cepat sehingga segera ditangani. Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau komplikasi," ujar Budi, dikutip Senin (10/8/2026).

Ia menambahkan, sebagian besar penyakit tidak menular (PTM)—termasuk hipertensi dan diabetes—tidak menunjukkan gejala awal yang jelas.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi menegaskan, status kesehatan seseorang bersifat dinamis. 

Baca Juga: Pemkot Bogor Perluas Layanan Jemput Bola Melalui CKG SMART

Hasil pemeriksaan yang baik pada tahun lalu tidak menjamin seseorang bebas penyakit pada tahun berikutnya.

"Pesannya sederhana, lakukan Cek Kesehatan Gratis setiap tahun. Hasil pemeriksaan yang baik pada tahun lalu bukan berarti kondisi kesehatan kita tetap sama pada tahun ini," tutur Endang.

Selain kasus baru, Kemenkes mencatat dari 1,3 juta peserta CKG berstatus prehipertensi yang diperiksa ulang, sebanyak 247 ribu orang kini berstatus hipertensi. 

Baca Juga: Kemenkes Targetkan 136 Juta Masyarakat Ikuti Cek Kesehatan Gratis di 2026

Pola serupa terjadi pada kasus diabetes: dari 8,3 juta peserta yang diperiksa ulang, 188 ribu orang terdeteksi mengalami diabetes baru, dan 16 ribu peserta prediabetes berkembang menjadi diabetes.

Namun, CKG juga mencatat dampak positif pengendalian penyakit. Dari 2,4 juta penderita hipertensi yang kembali memeriksakan diri, sebanyak 1,1 juta orang berhasil mengontrol tekanan darahnya ke rentang normal. 

Hal serupa dialami 235 ribu penderita diabetes dari total 340 ribu orang yang menjalani pemantauan ulang.

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Tinjau Peluncuran Cek Kesehatan Gratis Bagi Siswa Sekolah di Kota Bandung

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menerangkan bahwa tahapan CKG selalu diawali dengan anamnesis—wawancara medis mendalam mengenai keluhan, riwayat penyakit, hingga faktor risiko peserta.

"Anamnesis membantu menentukan apakah seseorang memerlukan pemeriksaan lanjutan dan jenis layanan yang sesuai. Dengan begitu, penanganan dapat diberikan lebih tepat sasaran," kata Dante.

Pakar kesehatan masyarakat dr. Iwan Ariawan menambahkan, keberhasilan CKG bertumpu pada tindak lanjut peserta. Hasil pemeriksaan harus direspons dengan perubahan gaya hidup, pengobatan rutin, atau rujukan medis.

Baca Juga: Hari Pertama Cek Kesehatan Gratis, Pemkab Sebut Warga Terkendala Penggunaan Aplikasi

Guna memperluas jangkauan, Kemenkes mendorong masyarakat memanfaatkan layanan CKG di Puskesmas terdekat serta mendukung pemeriksaan kesehatan berkala bagi anak-anak di lingkungan sekolah.